14 August 2022, 14:11 WIB

Peringatan 120 Tahun Bung Hatta di Bukittinggi dan Kabupaten Agam Meriah


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Putri ung Hatta, Meutia Hatta, melepas peserta Ultra Run dalam rangka memperingati 120 Tahun Bung Hatta di Bukit Tinggi, Sumbar. 

SEBUAH perhelatan memperingati 120 tahun kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi dan Kabupaten Agam berlangsung seru dan meriah pada Sabtu (13/8).

Agenda yang digagas oleh Yayasan Proklamator Bung Hatta ini sudah dimulai sejak tanggal 6 Agustus berupa webinar membahas sosok Bung Hatta melalui zoom yang dihadiri sekitar 400 peserta dan menghadirkan belasan pembicara.

Tiga agenda sekaligus digelar pada13 Agustus 2022 yaitu : Tapak Tilas Bung Hatta, Ultra Run atau lari maraton 120 km dan launching museum virtual dengan teknologi Metaverse.

Ketiga putri Bung Hatta yaitu Meutia, Gemala, dan Halida hadir dalam rangkaian acara yang digelar di Istana Bung Hatta Bukittinggi sejak pukul 07.00 pagi itu.

Acara juga dihadiri oleh Rektor Universitas Bung Hatta, Bupati Agam dan Ketua Umum Yayasan Proklamator Bung Hatta serta perwakilan Pemprov Sumbardan Pemkot Bukittinggi.

Dalam sambutannya, Meutia Hatta menyampaikan bahwa yang paling penting dari peringatan ini adalah bagaimana agar keteladanan Bung Hatta itu bisa dipedomani oleh setiap pejabat khususnya di Sumatra Barat.

Selanjutnya Meutia Hatta juga mengungkap bahwa Bung Hatta bukianlah sosok yang tiba tiba saja hadir dari langit untuk memproklamirkan Kemerdekaan indonesia, namun kehadiran beliau adalah sebuah perjalanan yang panjang.

Dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia Bung Hatta melakukan perjalanan ke pelbagai pelosok negeri untuk meyakinkan rakyat dan membangun optimisme.

Sementara itu Bupati Agam, Andri Warman, merasa sangat beruntung bahwa dalam agenda 120 tahun Bung Hatta ini, Bukittinggi dan Kabupaten Agam kedatangan tiga putri Bung Hatta dan Pesanggrahan Bung Hatta yang berlokasi Kabupaten Agam menjadi tujuan utama agenda napak tilas Bung Hatta.

Baca juga: 120 Tahun Bung Hatta, Sosok yang Selalu Hadir di Tengah Bangsa

Andri Warman berharap pesanggrahan Bung Hatta dapat menjadi destinasi wisata baru karena disamping keindahan alamnya juga ada jejak Bung Hatta yang bisa menjadi situs sejarah.

Andri Warman berjanji akan membangun semacam museum kecil di area tersebut berikut fasilitas yang diperlukan agar pesanggrahan Bung Hatta dapat menjadi destinasi wisata sejarah yang dapat menghidupkan pariwisata dan ekonomi rakyat sekitar.

Kemeriahan peringatan 120 tahun Bung Hatta sangat terasa di Kabupaten Agam, para tamu disuguhi “upacara tradisional” atau dalam bahasa Minangnya “Baralek Gadang” atau pesta besar di lapangan di depan SD 09 yang konon diresmikan oleh Bung Hatta pada tahun 1952.

Upacara ini disaksikan oleh para pemuka adat di Kabupaten Agam dan diakhiri dengan makan bersama secara tradisional yang disebut dengan ‘makan bajambek’ (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT