13 August 2022, 18:20 WIB

Parade: Upaya Menuju Penetapan Hari Kebaya Nasional


Fathurrozak | Humaniora

ANTARA/MOHAMMAD AYUDHA
 ANTARA/MOHAMMAD AYUDHA
 Sejumlah perempuan mengenakan kebaya saat mengikuti Parade Kebaya Nusantara di Keraton Kasunanan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (4/6/2022)

SELAIN sebagai rangkaian perayaan kemerdekaan Indonesia, Parade Kebaya Nusantara juga ditujukan menjadi kampanye penetapan hari kebaya nasional dan pengajuan warisan budaya Indonesia ke UNESCO.

Sekitar tujuh deret di anak tangga yang panjang telah berjejer puluhan ibu dengan ragam busana warna-warni mereka. Ada yang bernuansa merah putih, hijau, kuning, merah, dan jingga. Semarak warna-warni itu muncul dari kain kebaya yang dikenakan para ibu dan remaja perempuan yang memenuhi pelataran Sarinah, Jakarta Pusat pada Sabtu, (13/8) sore.

Sementara itu, dengan desain dan gaya yang lebih futuristik berlenggak-lenggok di atas karpet merah. Kebaya desain dari Lenny Agustine menjadi salah satu suguhan modifikasi kain tersebut dengan gaya yang lebih kekinian.

Baca juga: BRIN Sebut Embun Beku Papua Berpotensi Berlanjut

Baca juga: Erick Thohir Berharap Milenial kian Tertarik Kenali Sejarah

Sore itu, para ibu dan remaja putri berkumpul dan berpanas-panasan di Sarinah memang tengah dalam hajat Parade Kebaya Nasional, yang digagas oleh berbagai komunitas pencinta kebaya.

Ketua Tim Nasional Hari Kebaya Nasional Lana T Koentjoro mengatakan dalam upayanya untuk pengajuan penetapan hari kebaya nasional mereka sudah didukung dari sekira 200 komunitas kebaya di berbagai daerah. Di antaranya Solo, Semarang, dan Sumatra Utara.

“Parade ini adalah yang ketiga kali kami rayakan. Ini adalah upaya menuju penetapan hari kebaya nasional agar bisa dirayakan setiap tahunnya nanti. Parade Kebaya Nusantara juga sekaligus menjadi bentuk kecintaan dan apresiasi busana tradisional yang perlu diwariskan ke generasi muda. Untuk itu, kami juga bekerja sama dengan anak muda dalam merancang kebaya yang lebih trendi,” kata Ketua Tim Nasional Hari Kebaya Nasional Lana T Koentjoro dalam sambutannya, di Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu, (13/8).

Lana melanjutkan saat ini timnya tengah mempersiapkan dokumen terkait upaya pengajuan hari kebaya nasional. Termasuk kajian historisnya. Di samping upaya pengajuan penetapan hari kebaya nasional, Lana mengatakan timnya juga tengah berupaya untuk mengajukan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia oleh Unesco.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga yang juga menghadiri Parade Kebaya Nusantara mengapresiasi langkah yang dilakukan para komunitas pencinta kebaya.

Bintang mengatakan dengan adanya gerakan ini juga bisa membuktikan kebaya bisa dikenakan dalam berbagai kegiatan. Termasuk untuk bersantai. Bukan saja saat seremonial tertentu.

“Mari bersama-sama menjadi modis dengan kebaya dan menjadi perempuan yang turut bergerak melestarikan budaya. Di balik kebaya, juga ada nilai ekonomisnya. Karena dengan begitu kita bisa mengenakan karya UMKM Indonesia. Seperti yang saya kenakan, ini adalah kombinasi kain dari Bali dan kebayanya Tapis Lampung. Jadi kita juga bisa mengenalkan budaya dan produk daerah,” kata Bintang.

Selain para komunitas pencinta kebaya, Parade Kebaya Nusantara juga turut dimeriahkan pertunjukan kebaya oleh atlet basket putri dari Perbasi, presenter televisi, Srikandi BUMN, dan para siswi SMP-SMA. (H-3)

BERITA TERKAIT