02 August 2022, 12:00 WIB

Daya Tampung Perguruan Tinggi Vokasi Masih Terbatas


Faustinus Nua | Humaniora

FOTO/Kemendikbudristek
 FOTO/Kemendikbudristek
Dirjen Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Kiki Yuliati.

DIREKTUR Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) Kiki Yuliati mengungkapkan bahwa hingga kini daya tampung perguruan tinggi vokasi memang masih terbatas. Hal itu sesuai dengan kapasitas SDM dan fasilitas di setiap perguruan tinggi yang berbeda-beda.

"Hingga saat ini, daya tampung pendidikan vokasi masih terbatas karena pendidikan vokasi berkualitas membutuhkan investasi yang tidak kecil," ujarnya kepada Media Indonesia, Selasa (2/8).

Kiki mengatakan bahwa investasi pada pendidikan vokasi memang membutuhkan anggaran yang besar.

Bagaimana pun mempersiapkan generasi yang siap masuk ke dunia kerja harus didukung dengan sarana-prasarana, sistem pembelajaran yang modern dan SDM pendidik.

Meski daya tampung terbatas, Kemendikbud-Ristek berupaya terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi. Lulusan vokasi harus sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan memiliki kemampuan atau skill yang mumpuni.

"Fokus kami sekarang adalah meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan vokasi dan sekaligus memperluas akses," imbuhnya.

Terkait penerimaan mahasiswa baru, Kiki mengklaim bahwa minat peserta tidak berkurang. Pendidikan vokasi berbeda dengan pendidikan akademik, sehingga tidak bisa dibandingkan keduanya.

Peserta baik melalui jalur SBMPTN maupun mandiri cukup ketat melamar D4 atau sarjana terapan.

"Calon mahasiswa baru berkualitas bagi pendidikan vokasi selain melalui UTBK juga diperoleh melalui banyak cara antara lain jalur undangan/prestasi. Menelusuri prestasi siswa sejak di pendidikan menengah," terangnya.

Kiki berharap dukungan semua pihak bisa memperkuat sektor pendidikan vokasi di Tanah Air. Mulai dari industri yang menjadi mitra hingga masyarakat luas perlu mendorong agar kualitas pendidikan terus meningkat.

"Pendidikan vokasi yang bermutu disediakan untuk seluruh warganegara, anak bangsa," tandasnya. (Van/OL-09)

BERITA TERKAIT