01 August 2022, 16:29 WIB

Perangkat ZeroCov, Solusi Udara Bersih dari Virus Covid-19


Dinda Shabrina | Humaniora

Dok Kemenpar
 Dok Kemenpar
Alat sanitasi udara ZeroCov

PANDEMI memaksa kita untuk untuk hidup berdampingan dengan covid-19. Selain itu, kewaspadaan akan adanya virus mutasi baru yang dengan mudah menyebar di udara juga semakin meningkat. Karena itu perlu untuk mensterilisasi udara atau dibutuhkan semacam alat disinfektan secara berkelanjutan.

Perangkat ZeroCov merupakan salah satu disinfektan hasil riset kolaborasi peneliti BRIN. Hal ini disampaikan oleh Peneliti Pusat Riset Teknologi Bersih BRIN Desak Gede Sri Andayani. Pengembangan perangkat ZeroCov ini dibuat dari sinar UVC. Sinar ini adalah sinar ultraviolet dengan gelombang paling pendek namun tingkat energi tertinggi.

Radiasi UVC sepenuhnya disaring oleh lapisan ozon sehingga tidak bisa tembus ke bumi sehingga aman digunakan sebagai bahan disinfektan.

“Sinar UVC tidak bisa didapatkan secara alami dari sinar matahari melainkan harus direkayasa menggunakan alat tertentu,” kata Desak dalam diskusi tentang teknologi inovasi untuk menghadapi pandemi covid, Rabu (27/7).

Senyawa fenol adalah salah satu jenis bahan yang mempunyai khasiat mendisinfeksi patogen dengan merusak struktur patogen yang dindingnya terdiri dari protein dan lemak secara hidrofil dan hidrofob.

“Penggunaan disinfektan sangat dianjurkan pada kondisi epidemi penyakit karena dapat memperlambat penyebaran penyakit, dengan dosis yang terkontrol maka kemanjuran dan keamanan terhadap kulit dan sistem inhalasi mahluk hidup dapat dijaga,” terang dia.

Baca juga: Kemarin Kasus Covid-19 Jakarta Turun, Total tinggal 23 Ribu

Gabungan sinar UVC (disinfeksi secara fisik) dan senyawa fenol (disinfeksi secara kimia) dalam alat ZeroCov tersebut, imbuh Desak, bisa menonaktifkan mikroorganisme secara optimal sehingga bakteri, jamur, dan virus termasuk virus SARS Cov tidak dapat melakukan fungsi vitalnya.

Riset ZeroCov, diharap Desak, bisa dijadikan solusi penanggulangan covid-19.

“Para ahli telah membuktikan kalau sinar UVC efektif menangani jenis virus corona lainnya, yakni Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS),” ungkap Desak.

Selanjutnya, Desak memaparkan perlu dilakukan pengujian pada berbagai variasi waktu dan konsentrasi dengan kombinasi antara UVC dan senyawa fenol. Setelah dilakukan, ternyata suatu alat sterilisasi udara yang dilengkapi dengan sumber radiasi ultraviolet C (UVC) dan menggunakan konsorsium senyawa fenol sebagai bahan aktif pensterilnya.

"Hasil pengukuran menunjukkan efektifitas dari alat ini mampu menghambat pertumbuhan 99,7–100% mikroba pathogen,” jelasnya.

ZeroCov merupakan alat sterilisasi yang mendisinfeksi ruangan secara fisik dan kimia menggunakan UVC dan bahan kimia yang bekerja secara sinergi, mampu membunuh patogen udara (bakteri, jamur, dan virus) (99,7-100 %) pada waktu tertentu.

Selain itu pengaplikasian di berbagai sektor seperti fasilitas publik dapat menghemat pengeluaran negara akibat pandemi covid-19.

“Perangkat ZeroCov memiliki desain yang dapat merepleksikan sinar UV secara sempurna ke seluruh ruangan yang aman karena mencegah sinar UVC terpantul keluar dengan ZeroCov yang merupakan perangkat yang telah dipastikan aman,” pungkas Desak.(OL-5)

BERITA TERKAIT