01 August 2022, 13:26 WIB

IAPVC Babak Kedua Digelar di Bali Safari Park. Abadikan Momen Satwa Endemik Indonesia


Mediaindonesia.com | Humaniora

Dok. IAPVC
 Dok. IAPVC
Peserta IAPVC babak kedua melakukan hunting foto di Bali Safari Park

TAMAN Safari Indonesia Grup kembali menggelar ajang Lomba Foto dan video satwa berskala Internasional, International Animal Photo and Video Competition (IAPVC) untuk yang ke-31 kalinya. 

IAPVC telah resmi dibuka pada 11 Juni 2022 di Taman Safari Bogor, sekaligus dilakukan serangkaian acara photo hunting dan juga talk show bertemakan konservasi di era digital. Pada 30 Juli 2022, photo hunting IAPVC 2022 babak kedua resmi diselenggarakan di Bali Safari.

Chief Operating Officer Taman Safari Indonesia Adrian Cecil mengatakan, Photo hunting competition ke-2 diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian para fotografer Bali terhadap satwa-satwa termasuk mengetahui keberadaan satwa endemik yang ada di Taman Safari.

“Saya berharap, hasil bidikan foto para fotografer di Bali juga menghasilkan karya yang luar biasa dan bercerita seperti photo hunting yang telah dilaksanakan bulan lalu di Taman Safari Bogor, " katanya. 

General Manager Bali Safari Marcel Driessen juga mengungkapkan, Bali Safari Park sangat antusias untuk kembali menjadi tuan rumah event ini dan pihaknya menantikan hasil kerja luar biasa dari para fotografer. 

“Foto-foto tersebut nantinya bisa menjadi kontribusi dalam mengenalkan keindahan satwa-satwa liar kami, sekaligus alam & habitat yang mereka tinggali di Bali. Saya dan seluruh tim Bali Safari mengharapkan yang terbaik untuk para fotografer!”, imbuhnya.

Nama-nama besar di dunia fotografi dan industri kreatifpun turut terlibat menjadi pembicara dan juri tahun ini, seperti Arbain Rambey, Setiadi Darmawan, Yuyun Yanwar, Martin Anugrah dan perwakilan dari Canon yaitu Jovan Engelbrecht. 

Selama kompetisi berlangsung pihak Taman Safari Indonesia (TSI) Group tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, bagi yang akan melakukan hunting. Termasuk pemeriksaan suhu para peserta.

Baca juga : Tumbuhkan Kepedulian Mengenalkan Satwa Endemik di Bali Safari Park

Selama Photo Hunting Competition 2 ini, begitu besar antusiasme para fotografer di daerah Bali dan sekitarnya dalam menangkap aksi para satwa. Sebanyak 61 peserta ikut serta memeriahkan acara tahunan bergengsi di Bali Safari ini. 

Salah satu alasan yang membuat semangat mereka begitu besar yaitu banyaknya hadiah menarik yang dihadirkan. Mulai dari kamera DSLR Canon EOS R6 yang memiliki eyes animal tracker, uang tunai hingga ratusan juta rupiah dan juga produk-produk menarik dari Taman Safari Indonesia.

Setelah penilaian ketat oleh para dewan juri, pemenang terbaik animal photo hunting akhirnya resmi diumumkan. Pemenang yang berhasil meraih juara pertama adalah Rendra Kurnia dengan hasil bidikan andalannya yaitu foto Bekantan, satwa endemik pulau Kalimantan. 

Berkat hasil kesabarannya, ia membawa pulang sejumlah hadiah, diantaranya uang tunai sebesar Rp 7.000.000; saldo OVO Rp 500.000; Canon SELPHY SQUARE QX10, Xennec Daypack 15 by Focus Nusantara; dan voucher menarik lainnya persembahan dari Bali Safari.

Pemenang berikutnya yang berhasil meraih juara kedua adalah Yoyok Iman Wijaya dengan hasil bidikan foto Julang Emas, burung endemik asli Indonesia. Sementara I Ketut Raka Bujangga harus puas dengan posisinya sebagai juara ketiga, dengan hasil bidikan foto Iguana.

Selanjutnya, rangkaian roadshow ini akan berlanjut dan di gelar di Taman Safari II Prigen-Jawa Timur pada September mendatang. 

Kompetisi foto dan video itu terselenggara melalui dua metode yaitu lomba foto offline saat roadshow competition dan juga online submission yang akan berlangsung hingga 30 September 2022. Para fotografer yang ingin menjadi peserta dalam online submission ataupun roadshow selanjutnya, bisa mendaftarkan diri di www.tamansafari.com/iapvc2022. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT