24 July 2022, 22:30 WIB

Kimia Farma dan Dompet Dhuafa Luncurkan Program Bidan Inspiratif untuk Negeri


Media Indonesia | Humaniora

Dok Dompet Dhuafa
 Dok Dompet Dhuafa
Para pembicara di kick off dan webinar Bidan Inspiratif.

MASALAH gizi pada bayi usia di bawah lima tahun (balita) masih menjadi masalah kesehatan yang tergolong tinggi di Indonesia, salah satunya stunting. Stunting adalah kondisi anak di bawah standar menurut usia anak. Stunting ini merupakan salah satu indikator gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan asupan gizi kronis pada periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yakni dari anak masih dalam bentuk janin hingga berusia 23 bulan.

Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting sebesar 24,4% pada 2021. Data tersebut menggambarkan, hampir seperempat balita di Indonesia mengalami stunting tahun lalu. Pemerintah menargetkan stunting di Indonesia turun menjadi hanya 14% pada 2024.

Dalam mendukung upaya pemerintah dalam percepatan penurunan angka stunting, Dompet Dhuafa berkolaborasi dengan PT Kimia farma Tbk menginisiasi program bertajuk Bidan Inspiratif Untuk Negeri (BIUN). Kolaborasi ini tercetus dari kesamaan fokus program kedua institusi tersebut dalam upaya penurunan stunting melalui intervensi berbasis inovasi program dan pemberdayaan bidan di lokus-lokus stunting.

Kick off dan webinar Program Bidan Inspiratif untuk Negeri dilakukan di di Kimia Farma Corporate University, Jakarta, kemarin. Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan diperingatinya Hari Anak Nasional (HAN). Tema HAN 2022 ialah Anak Terlindungi, Indonesia maju. Hal ini sejalan dengan penyelenggaraan kick off dan webinar yang digelar untuk mendukung kesehatan anak.

"Semoga dengan adanya program Bidan Inspiratif ini dapat menekan laju stunting di Indonesia. Serta harapan dengan kolaborasi bersama berbagai elemen khususnya Dompet Dhuafa, diharapkan dapat efektif dalam perencanaan dan pengembangan program ini," ujar Direktur Sumber Daya Manusia PT Kimia Farma TBK Dharma Syahputra dalam sambutannya.

Sejumlah narasumber pada kick off dan webinar tersebut ialah Ketua Dewan Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Rahmad Riyadi, Direktur Sumber Daya Manusia PT Kimia Farma Tbk, Direktur Bina Kualitas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Martin Suanta yang bertindak sebagai keynote speaker, lalu Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes Republik Indonesia Imran Agus Nurasli. dan Ketua Pengurus Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Nunik Endang Sunarsih. 

Program BIUN akan digelar di 13 provinsi dan lokasi yang ditentukan merupakan wilayah kerja Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa yang dipilih berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan, BKKBN, IBI dan stakeholder setempat. Para bidan untuk negeri juga dapat mengikuti ajang kompetisi peserta Program Bidan Inspiratif tersebut setelah menjalankan program selama minimal 1 tahun.

"Bagi kami sungguh kebanggaan tersendiri atas partisipasinya dalam mendorong bidan inspiratif di seluruh Indonesia. Bukan hal mudah dalam memberantas stunting di wilayah pelosok Indonesia. Harus ada sinergi dan keterlibatan secara aktif dari semua elemen masyarakat," ujar bidan Citra saat berbagi pengalaman di NTT. (RO/O-2)

BERITA TERKAIT