20 July 2022, 21:13 WIB

Tiga Nilai Ini Menurut Menko PMK Penting Untuk Wujudkan Indonesia Unggul


Mediaindonesia.com | Humaniora

Dok. Kemenko PMK
 Dok. Kemenko PMK
Menko PMK Muhadjir Effendy

PEMERINTAH terus berupaya melalui intervensi program dan kebijakan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang unggul digambarkan kedalam suatu siklus Human Capital Life Cycle yang terus berjalan dari waktu ke waktu sebagai satu rantai yang tidak boleh putus.

Siklus tersebut dimulai dari penyediaan layanan kesehatan sejak 1.000 hari pertama kehidupan, jaminan kesehatan dan pendidikan bagi anak usia dini, dasar, menengah dan tinggi, hingga upaya untuk menyediakan modal kecakapan hidup bagi penduduk usia produktif, serta penyediaan layanan bagi kelompok lanjut usia.

Demi mewujudkan manusia Indonesia yang unggul menurut Menko PMK Muhadjir Effendy perlu memadukan dan menyeimbangkan ketiga nilai pada kehidupan sehari-hari. 

Ketiga nilai tersebut meliputi nilai kebenaran yang berkaitan logika berpikir manusia, nilai kebaikan berkaitan dengan etika, dan nilai keindahan yang berkaitan dengan keindahan.

"Jika kita ingin menjadi manusia yang berkualitas, kita perlu memadukan dan menyeimbangkan ketiga nilai didalam kehidupan sehari-hari meliputi nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan," jelas Muhadjir saat memberikan sambutan pada Seminar Nasional Pengembangan Nilai dan Karakter secara daring, Rabu (20/7). 

Baca juga ; Raih Akreditasi Unggul, FK UPH Siap Cetak Dokter Muda Handal

Berbagai program dan kebijakan yang telah dibuat untuk menumbuhkan kembali karakter dan jati diri bangsa Indonesia yang berbudi pekerti luhur, toleran dan berjiwa gotong royong untuk membentuk budaya dan mentalitas bangsa yang maju, modern, serta berkarakter.

Muhadjir menjelaskan, pendidikan merupakan satu upaya yang dilakukan untuk pengembangan nilai dan karakter jati diri bangsa. 

"Ingatlah selalu bahwa pendidikan merupakan suatu rekayasa sosial yang terencana dalam rangka membentuk karakter dan membangun jati diri bangsa," ujarnya.

Kegiatan Seminar Nasional tersebut diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya Malang di hadiri secara langsung oleh Rektor Universitas Brawijaya Prof Widodo, Kepala UPT Pengembangan Kepribadian Mahasiswa Universitas Brawijaya Mohammad Anas, Ketua Pelaksana Destriana Saraswati serta diikuti sebanyak 127 peserta seminar, baik secara daring maupun luring. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT