13 July 2022, 18:55 WIB

Antisipasi Lonjakan Kasus Saat Kepulangan, Jemaah Haji akan Skrining Kesehatan


Dhinda Shabrina | Humaniora

MI/SUSANTO
 MI/SUSANTO
Jemaah haji Indonesia mulai berkemas menjelang kepulangan ke Tanah Air di Hotel Lulu'ah, Mekah, Arab Saudi, Rabu (13/7).

TERCATAT sebanyak 4.765 jemaah haji gelombang pertama akan mulai bertolak ke Tanah Air pada 15 dan 16 Juli 2022 melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Kepala Pusat Kesehatan Haji dari Kementerian Kesehatan dr Budi Sylvana MARS menyatakan bahwa di masa kesiapsiagaan covid-19, jemaah haji yang tiba di Tanah Air akan dilakukan upaya pengawasan kekarantinaan kesehatan dan protokol kesehatan yang berlaku.

"Bagi jemaah yang tiba di Tanah Air akan dilakukan skrining kesehatan saat kedatangan di bandara internasional debarkasi," ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (13/7).

Skrining yang dimaksudkan ialah pengecekan suhu melalui thermal scanner dan thermal gun, tanda dan gejala, serta melakukan observasi terhadap jemaah di asrama haji debarkasi.

Apabila didapati jemaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tes antigen. Apabila hasil reagen menunjukkan reaktif, jemaah bersangkutan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Jika hasilnya positif, akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala/gejala ringan. Sementara yang bergejala sedang/berat akan dirujuk ke RS rujukan covid-19," jelas Budi.


Baca juga: Kasus Harian Covid-19 di Atas 3.000, Satgas: Ini Jadi Alarm


Sementara bagi jemaah haji yang dinyatakan sehat saat kedatangan dan observasi di asrama haji debarkasi, dapat kembali ke rumahnya dengan tetap menjalani karantina mandiri dan memantau kondisi kesehatannya selama 21 hari ke depan.

"Jemaah akan dibagikan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) dan dilakukan pengawasan oleh dinkes setempat," lanjut dia.

Selain skrining kesehatan, Kemenkes juga telah menyiapkan posko kesehatan di bandara untuk pelayanan rawat jalan, emergency, dan rujukan. Selain itu juga menyediakan mobil ambulans dan tenaga medis sebagai antisipasi terhadap penyakit menular.

Budi menyampaikan Kemenkes juga telah menyiapkan sistem surveilans kesehatan terhadap jemaah haji Indonesia yang tiba di tanah air besama dengan dinas kesehatan kabupaten/kota.

Karenanya, Budi meminta semua jemaah haji Indonesia tetap mematuhi pesan prokes dalam menjaga kesehatan, mulai dari jangan tunggu haus, hingga tetap memakai alat pelindung diri (APD) setiap menjalankan aktivitas di luar pondokan.

"Jemaah diminta tetap mematuhi protokol kesehatan terutama pemakaian masker. Agar jemaah tetap sehat selama di Arab Saudi maupun nanti sekembalinya ke Tanah Air," tutupnya. (OL-16)

BERITA TERKAIT