02 July 2022, 21:58 WIB

Lestarikan Bahasa Daerah, Kemendikbudristek Lakukan Revitalisasi Bahasa


Mediaindonesia.com | Humaniora

Dok.  Kemendikbudristek
 Dok. Kemendikbudristek
Kepala Badan Bahasa E Aminuddin Aziz saat Riung Media

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologo akan melakukan revitalisasi terhadap bahasa daerah. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek E. Aminuddin Aziz mengungkapkan langkah ini untuk mencegah kepunahan bahasa daerah.

"Sejak minggu lalu tim kami dari Badan Bahasa telah melakukan sosialisasi terkait program ini. Alhamdulillah bagus sekali responnya," kata Aminuddin dalam Riung Wartawan: Dua Tahun Kinerja Badan Bahasa, Tangerang Selatan, Banten., Jumat (1/7/2022).

Pada tahun ini, jumlah bahasa daerah yang akan menjadi objek revitalisasi sebanyak 38 bahasa daerah yang tersebar di 12 provinsi yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

Anggaran revitalisasi bahasa daerah, kata Aminuddin, secara keseluruhannya mencapai Rp31,9 miliar. 

Dalam revitalisasi itu akan dilibatkan guru, pemerintah daerah, guru, siswa, akademisi dan tokoh masyarakat. 

Sasaran dari revitalisasi bahasa daerah tersebut adalah 1.491 komunitas penutur bahasa daerah, 29.370 guru, 17.955 kepala sekolah, 1.175 pengawas, serta 1,5 juta siswa di 15.236 sekolah. 

"Indonesia ini punya bahasa daerah nomor 2 terbanyak kedua di dunia setelah Papua Nugini. Papua Nugini 815-an. Indonesia 718," ujar Aminuddin.

Ia meminta kepada kepada kepala Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan untuk tahun ini diberi pilihan bahasa mana saja yang akan direvitalisasi. 

Baca juga : Kebebasan Berekspresi saat Bermedia Digital Jangan Kebablasan

Di sisi lain, Badan Bahasa Kemendikbudristek telah memiliki super aplikasi Halo Bahasa yang memiliki sejumlah fitur unggulan. Misalnya untuk mendaftar tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia ( UKBI ).

Aminudin menjelaskan, aplikasi itu disediakan Badan Bahasa agar masyarakat hanya melalui ponselnya saja langsung bisa mengakses semua layanan bahasa. 

"Mulai tahun ini kami meluncurkan satu super aplikasi yang namanya itu Halo Bahasa. Misalnya ada yang mau guru BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di dalam maupun luar negeri bisa dari situ (aplikasi Halo Bahasa), " katanya.

Aplikasi Halo Bahasa juga bisa dipakai untuk pendaftaran tes UKBI. Tidak hanya itu, tambahnya, juga ada layanan ahli bahasa untuk penerjemahan atau juga ahli bahasa yang dipakai sebagai saksi. Fitur lain yang bisa diakses di aplikasi ini adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang selalu dimutakhirkan dua kali dalam setahun. 

Dia menerangkan, data pokok kebahasaan dan kesastraan juga bisa diakses dengan mudah di aplikasi itu. masyarakat juga bisa mengakses Senarai Padanan Asing Indonesia (SPAI) yang berisi padanan istilah, baik istilah asing maupun istilah teknis dari berbagai disiplin ilmu. 

"Misalnya ilmu dirgantara, ilmu psikologi, informatika, manajemen, kuliner itu istilah senarainya ada di sana," katanya. 

Aminuddin menuturkan, menu aplikasi penyuntingan ejaan bahasa Indonesia SIPEBI yang saat ini hanya bisa digunakan melalui komputer pada Agustus nanti akan diintegrasikan ke Halo Bahasa, sehingga bisa digunakan melalui ponsel.

Sesuai namanya, SIPEBI mampu melakukan penyuntingan teks berbahasa Indonesia secara otomatis. Sehingga pengguna akan bisa mengetahui ejaan dan penulisan yang baik dan benar. (RO/OL-7) 

BERITA TERKAIT