02 July 2022, 13:10 WIB

Makam Mbah Moen di Al Ma'la Tak Pernah Sepi Peziarah


Susanto | Humaniora

MI/SUSANTO
 MI/SUSANTO
Jemaah Indonesia berziarah di lokasi makam KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen. 

SEJAK jemaah calon haji masuk tanah suci Makkah, hampir setiap hari makam Hadratus Syekh KH Maimoen Zubair atau yang populer disapa Mbah Moen, selalu ada jemaah yang ziarah. Terutama jemaah calon haji Indonesia. Mbah Moen dimakamkan di Maqbarah Jannatul Ma’la, Makkah, Arab Saudi.

Saat akan masuk ke pintu masuk pemakaman Al Ma'la, ada dua petugas yang berjaga mengarahkan peziarah yang datang. Keduanya langsung memberitahukan petugas lainnya untuk diarahkan sesuai dengan makam yang dituju. Keliling pemakaman bisa dilalui dengan berjalan kaki atau bisa menggunakan transportasi layaknya mobil golf dengan gratis.

Baca juga: Masyarakat Diminta Patuh Kebijakan Pengendalian Covid-19

Saat tanya di mana posisi Maqbarah (makam) Syekh Maimoen Zubair, petugas di Ma'la langsung paham dan mengantarkan ke Makam ulama kharismatik tersebut. 

"Ini Maqbarah Syekh Maimoen Zubair Indonesia," jawab Muhammad Sye'la, sambil menunjukkan posisi makam Mbah Moen.

Makam Mbah Moen ada di baris keempat nomor 151. Posisinya tak jauh dengan makam istri pertama Nabi Muhammad SAW yaitu Siti Khadijah. 

Selain itu juga ada makam Siti Aminah, ibu Nabi Muhammad SAW, Abdul Muthalib, kakek Rasulullah dan Paman Nabi, Abu Thalib..

KH Maimoen Zubair, wafat di usia 91 tahun, pada Selasa, 6 Agustus 2019. Sementara, KH Ahmad Sufyan Miftahul Arifin wafat pada Kamis, April 2012. Keduanya adalah tokoh Nahdlatul Ulama.

Saat tim Media Center Haji (MCH), berziarah ke pemakaman Al Ma'la, memang makam Mbah Moen selalu ada jemaah haji yang ziarah. "Setiap hari pasti ada jemaah yang berziarah," aku Muhammad Sye'la.

Sementara itu, salah satu jemaah yang saat itu berziarah, baca Tahlil dan doa di makam Mbak Moen, mengaku merasa sangat bahagia, ada waktu berziarah ke makam Mbah Moen. 

"Karena sejak di Indonesia, juga sudah niat akan ziarah ke makam Mbah Moen. Keluarga juga menyarankan ziarah ke keluarga Rasulullah dan juga ke Mbah Moen. Alhamdulillah, sudah bisa ziarah ke Mbah Moen," kata Fandi Sukarjo, 41, jemaah asal Brebes, Jawa Tengah.

Ia tak sendiri ke makam Ma'la. Membaca tahlil dan doa ke makam Siti Khadijah dan Mbah Moen bersama temannya, Tamrin Waan Jufri, serta jemaah lainnya.

"Baru ada waktu hari ini bisa ziarah ke makam Mbah Moen. Sudah tenang. Semoga bisa meneladani beliau," harapnya.

Banyak jemaah calon haji Indonesia, menyempatkan waktu untuk berziarah ke pemakaman Al Ma'la, mayoritas usai salat lima waktu. Ramai peziarah usai shalat Subuh dan selesai salat Ashar.

Diketahui, pemakaman Al Ma'la, awalnya bentuk pemakamannya sama seperti di belahan dunia lain. Namun sejak 1925 bangunan makam di Ma'la dihancurkan. Tidak ada lagi bentuk makam dan batu nisan. Yang tersisa hanyalah tanah yang rata dan jejeran batu sebagai penanda makam. (OL-6)

BERITA TERKAIT