01 July 2022, 14:06 WIB

Tantangan Budaya Bermedia Digital di Era Internet


Mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Ilustrasi

Mengaburnya wawasan kebangsaan serta menipisnya kesopanan dan kesantunan menjadi tantangan budaya bermedia digital. Bukan hanya itu, media digital kini justru menjadi panggung bagi budaya asing sehingga ada kekhawatiran menghilangnya nilai-nilai budaya Indonesia.

"Padahal orang Indonesia itu banyak beraktivitas di dunia digital. Pengguna nomor enam sedunia. Seharusnya kita yang jadi rajanya, seharusnya kita yang menguasai budaya di ruang digital," kata Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Swiss German University, Loina Lalolo saat webinar Literasi Digital wilayah Magetan, Jawa Timur akhir pekan lalu.

Berbagai faktor menjadi penyebabnya, seperti minimnya pengetahuan akan hak-hak digital, kebebasan berekspresi yang kebablasan. Termasuk berkurangnya toleransi dan penghargaan akan perbedaan. Juga menghilangnya batas-batas privasi, kemudian Pelanggaran Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual (HAKI).

Lebih lanjut, dampak dari rendahnya budaya bermedia digital adalah tidak mampu memahami batasan kebebasan berekspresi dengan perundungan siber, ujaran kebencian, pencemaran nama baik, atau provokasi yang mengarah pada perpecahan. Kemudian tidak mampu membedakan keterbukaan informasi publik dengan melanggar privasi di ruang digital. Serta tidak mampu menelaah informasi yang beredar hingga rentan terkena paparan hoaks atau berita palsu.

Oleh karena itu diperlukan pemahaman akan literasi digital serta wawasan kebangsaan terkait perkembangan dunia digital. Sebab semakin masif penggunaannya juga memerlukan ketelitian untuk menyerap informasi yang ada di internet serta memahami batasan serta etika apa yang boleh dan tidak dibagikan di media sosial. Selain persoalan etika yang harus dipahami setiap pengguna, media digital yang seauai aturan juga akan meminimalisir terkena dampak negatifnya. Termasuk terhindar dari penipuan siber dan perundungan di dunia maya. (OL-12)

BERITA TERKAIT