30 June 2022, 21:50 WIB

Nadiem Lantik Dirjen Pendidikan Vokasi yang Baru


Faustinus Nua | Humaniora

FACEBOOK
 FACEBOOK
Logo Ditjen Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim hari ini, Kamis (30/6) melantik satu pejabat tinggi madya, tujuh pejabat tinggi pratama, dua pejabat fungsional Widyaprada Ahli Utama di lingkungan Kemendikbudristek, serta tiga rektor dan satu direktur politeknik.

Satu-satunya pejabat tinggi madya yang dilantik merupakan pengganti mantan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Wikan Sakarinto yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu.

"Selamat bertugas kepada para pejabat yang dilantik hari ini. Jadilah pemimpin yang mampu memberikan contoh yang baik pada rekan-rekan kerja Anda, menghadirkan pelayanan terbaik pada masyarakat dan terus menjadi garda terdepan dari Gerakan Merdeka Belajar demi pendidikan Indonesia yang berlebih berkualitas," ujar Nadiem, Kamis (30/6).

Pada kesempatan itu, Nadiem melantik Kiki Yuliati sebagai Dirjen Diksi yang baru. Sebelumnya, Kiki menjabat sebagai Plt. Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Ditjen Dikti-Ristek.

Nadiem berpesan agar Kiki melanjutkan lima program unggulan yang dilaksanakan oleh Kemendikbud-Ristek dalam menyelaraskan pendidikan vokasi dengan dunia industri. Kelima program unggulan tersebut adalah program sertifikasi kompetensi dan profesi mahasiswa vokasi, program fasilitasi magang mahasiswa vokasi, program wirausaha mahasiswa vokasi, program kreativitas mahasiswa vokasi, dan program pemberdayaan masyarakat desa.

Selain itu, Nadiem juga melantik Jumeri sebagai Widyaprada Ahli Utama pada Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) dan Yaswardi sebagai Widyaprada Ahli Utama pada Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK).

Kepada keduanya, dia memberi tugas untuk melakukan pemetaan mutu pendidikan, pendampingan dan pembimbingan satuan pendidikan, supervisi pendidikan, dan pengembangan model penjaminan mutu pendidikan.


Baca juga: Literasi Digital Indonesia Perlu Masuk Kurikulum Pendidikan


"Komitmen saudara-saudara dalam menjalankan tugas-tugas tersebut tentunya akan mendukung akselerasi mutu pendidikan yang menjadi misi utama dari Merdeka Belajar," tegasnya.

Kemudian, Nadiem juga melantik Muhamad Hasbi sebagai Direktur Sekolah Dasar, Dirjen PAUD Dikdasmen. Dia berpesan untuk melanjutkan dan memperluas jangkauan program unggulan sekolah penggerak.

"Untuk menghadirkan akses lebih merata terhadap pendidikan yang berkualitas, koordinasi dengan pemerintah daerah juga perlu semakin diperkuat guna mewujudkan tujuan tersebut," pesan Nadiem.

Selanjutnya, ada Sri Wahyuningsih yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur SD, dilantik sebagai Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Mulyatsyah sebagai Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatra Barat.

"Saya harapkan Bapak dan Ibu dapat mengembangkan kerja sama dan kolaborasi yang baik dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat, serta menangkap kearifan lokal sebagai jalan untuk memperkuat pelaksanaan strategi Kemendikbudristek di daerah," ungkap Nadiem.

Di lingkungan pendidikan tinggi, Mendikbudristek juga melantik Dyah Sawitri sebagai Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII, I Gusti Lanang Bagus Eratodi sebagai Kepala LLDikti Wilayah VIII, dan Suriel Semuel Mofu sebagai Kepala LLDikti Wilayah XIV.

Mendikbudristek juga melantik tiga rektor dan satu direktur untuk periode 2022–2026. Mereka ialah Nurhasan sebagai Rektor Universitas Negeri Surabaya, Ishak sebagai Rektor Universitas Teuku Umar, I Nyoman Pugeg Aryantha sebagai Rektor Institut Teknologi Sumatera, dan Ferdinand Gansalangi sebagai Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara. (S-2)

BERITA TERKAIT