30 June 2022, 13:15 WIB

Ibu Hamil dan Menyusui Diminta Berhati-Hati Memilih Produk Skincare


Basuki Eka Purnama | Humaniora

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Ilustrasi

DOKTER spesialis kebidanan dan kandungan Boyke Dian Nugraha mengimbau ibu hamil dan menyusui agar berhati-hati dan menghindari produk perawatan kulit (skin care) dengan kandungan tertentu.

Produk yang mengandung bahan tidak aman seperti hydroquinone dan merkuri harus dihindari. Bahan-bahan lain seperti retinol, BHA, hingga paraben juga sebaiknya dihindari agar tidak menimbulkan risiko pada kehamilan.

"Ketika menggunakan produk-produk yang berbahaya, bahan itu akan masuk ke kulit, kemudian ke pembuluh darah dan akhirnya sampai menembus ke plasenta," kata Boyke saat ditemui di Jakarta Fair Kemayoran (PRJ), JIExpo, dikutip Kamis (30/6).

Baca juga: Buruh Apresiasi Rencana Pemberian Cuti Melahirkan Enam Bulan

Dampak penggunaan bahan-bahan tertentu, lanjut Boyke, memang tidak langsung dapat terdeteksi melalui USG dan bukan hanya berupa gangguan fisik, namun lebih dari itu yang dikhawatirkan ialah gangguan pada perkembangan otak.

"Makanya, di dalam ilmu kedokteran, seribu hari sejak pembuahan itu mesti dimonitor terus agar anak itu tidak mengalami gangguan-gangguan di masa tuanya nanti," ujarnya.

Walau begitu, hal tersebut bukan berarti ibu hamil dan menyusui mengabaikan perawatan tubuh dan wajah mereka. 

Boyke menganjurkan agar para ibu tetap merawat diri dengan menggunakan produk-produk yang aman dan berkualitas, termasuk produk berbahan dasar alami atau herbal seperti centella asiatica.

Menurut American Pregnancy Association, perubahan kulit pada ibu hamil banyak disebabkan oleh masuknya hormon. Hormon-hormon ini menyebabkan kelenjar di kulit menghasilkan lebih banyak minyak sehingga membuat wajah lebih berkilau.

Boyke membenarkan bahwa terjadi kenaikan hormon awet muda pada ibu hamil dan menyusui. Namun ia menyayangkan masih banyak para ibu yang tidak menyadari pentingnya untuk tetap merawat kulit tubuh dan wajah.

"Sayangnya banyak ibu hamil dan menyusui kurang aware dengan perawatan tubuh dan wajahnya karena sudah sangat kelelahan dengan kandungan di perutnya yang kian hari membesar dan kerap kurang tidur karena harus terbangun untuk menyusui bayinya di malam hari," pungkasnya. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT