29 June 2022, 21:12 WIB

Epidemiolog: Keluarga Punya Peran Sentral dalam Mengatasi Stunting


mediaindonesia.com | Humaniora

Antara
 Antara
Ilustrasi petugas posyandu menyuntikkan vaksin campak kepada balita.

KELUARGA memiliki peran sentral dalam mengalami persoalan stunting di Tanah Air. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Masdalina Pane.

"Setiap keluarga harus peduli dan meningkatkan perhatian pada perkembangan bayi atau anak-anak, termasuk kepada ibu hamil," ujarnya, Rabu (29/6).

Baca juga: Mencegah Stunting dengan Pelajari Asupan Gizi

Menurut Pane, terdapat proses yang panjang untuk mengatasi permasalahan kekerdilan atau stunting. "Dimulai dari remaja putri yang tidak anemia, ibu hamil yang sehat, bayi yang tumbuh kembangnya diperhatikan, terutama dalam 1.000 hari pertama kelahiran," imbuhnya.

Pihaknya menekankan bahwa seluruh proses dalam mengentaskan persoalan stunting dimulai dari keluarga. Khususnya, optimalisasi peran seorang ibu.

"Bangsa yang cerdas dan sehat dihasilkan dari peran keluarga yang baik. Peran ibu yang optimal dalam tumbuh kembang anak. Dukungan keluarga besar juga memegang peranan penting," tutur Pane.

Baca juga: Jelang Puncak Haji, Pemerintah Intensifkan Screening Kesehatan Jemaah

Dirinya mencontohkan, kakek, nenek, tante dan anggota keluarga lain, yang dapat menjadi pendukung utama dalam membantu ibu mengatasi penyebab kekerdilan.

Pada Hari Keluarga Nasional (Harganas), yang diperingati setiap 29 Juni, menjadi momentum tepat untuk meningkatkan peran keluarga dalam mengatasi masalah stunting.(Ant/OL-11)


 

BERITA TERKAIT