29 June 2022, 16:09 WIB

Kasus PMK: 283.606 Ekor Sapi Terjangkit PMK di 19 Provinsi


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

ANTARA/Didik Suhartono
 ANTARA/Didik Suhartono
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya memeriksa mulut sapi milik penjual hewan kurban di Surabaya, Rabu (29/6/2022)

DIREKTUR Pembibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Kementan Agung Suganda menjelaskan penyakit mulut dan kuku ialah penyakit yang tidak menular pada manusia dan produk yang dari ternak yang sakit juga aman dikonsumsi oleh manusia setelah melalui serangkaian pemeriksaan.

"Perkembangan PMK per tanggal 28 Juni, jumlah provinsi yang tertular sebanyak 19 provinsi, 221 Kabupaten atau kota tertular," kata Agung dalam diskusi secara virtual Rabu (29/6)

Sementara kasus dengan jumlah tertinggi di provinsi Jawa Timur sebanyak 114.921 kasus, NTB sebanyak 43.282 kasus, Aceh sebanyak 31.923, Jawa Barat sebanyak 30.456 dan Jawa Tengah sebanyak 30.386 kasus.

Baca juga: Ini Fatwa MUI Tentang Hukum Hewan Kurban Saat Wabah PMK

"Secara total per 28 Juni terdapat 283.606 ekor yang sakit, yang sembug ada 91.555 ekor, potong bersyarat ada 2.689 ekor, mati sebanyak 1.701 ekor, belum sembuh ada 187.661 ekor dan telah divaksinasi sebanyak 80.514 ekor," ujarnya.

Dia menyebut vaksinasi ternak telah mencapai 315 ribu dosis atau 48,42% disuntuk dari 800 ribu dosis vaksin yang telah disebar di sejumlah kabupaten/kota. Pihaknya, juga terus mendorong penyelesaian vaksinasi di lapangan.

"Agenda aksi yang selalu dilakukan, yakni langkah sos, temporasi dan permanen," ujarnya

Dia menambahkan pihaknya telah melakukan 6 langkah penanganan terhadap pmk di daerah, mulai pembentukan posko, pembatasan lalu lintas, distribusi obat, penyedian vqksin, keberadaan SDM dan pelatihan serta adanya KIE atau sosialisasi SOP penanganan.

"Memnang kebutuhan tahun ini untuk hewan kurban meningkat 10% sampai 11% dari tahun sebelumnya, kita juga menghitung potensi ketersediaan hewan kurban per provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia, " pungkasnya. 

BERITA TERKAIT