29 June 2022, 14:18 WIB

Prediabetes Banyak Terjadi di Usia Produktif, Mengancam Bonus Demografi


M Iqbal Al Machmudi | Humaniora

Ist
 Ist
Ilustrasi pengecekan kadar gula dalam darah

MARKET Access & Government Affairs Director PT Merck Indonesia Andri Kunsandri mengatakan prediabetes terjadi pada usia produktif atau working age. Anak muda ini yang sebetulnya akan menghadapi bonus demografi namun jika kesehatan tidak diperhatikan maka akan berubah menjadi bencana.

"Saat ini prediabetes banyak terjadi di usia working age. Saat ini sharing knowledge juga masih terbatas belum banyak orang masuk ke ranah-ranah penelitian prediabetes, memahami penyakit ini seperti apa komplikasi, manajemen, treatment seperti apa," kata Andri dalam Global Health Security and Covid-19 Task Force T20 Indonesia 'Combating Pre-Diabetes to Avoid Future Significant Burden of T2DM', Rabu (29/6).

Sehingga perlunya penelitian bagaimana penyakit ini akan berkembang karena prediabetes hingga diabetes melitus (DM) bukan hanya ancaman bagi Indonesia tapi juga banyak negara lainnya. Dunia juga menghadapi DM, dari 442 juta orang yang diperkirakan meningkat menjadi 700 juta orang di 2024 dan menjadi penyakit dengan angka kematian tertinggi di dunia serta menyedot pembiayaan kesehatan yang paling besar.

"Prediabetes terjadi di usia produktif, jika bicara quick win dan intervensi di tenaga kerja maka akan sangat luar biasa, pemerintah dan swasta juga berperan sangat penting membuat regulasi di sektor tenaga kerja health important rules, skrining, dan sebagainya," ujarnya.

Prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Pergeseran gaya hidup menjadi alasan penyakit tidak menular menjadi tren kasus yang meningkat tahun ke tahun.

"Di Indonesia angka kematian dan kesakitan DM masih sangat tinggi terutama pada usia produktif. Padahal 2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi, 68% populasi memiliki usia produktif untuk mendorong perekonomian," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi.

Baca juga: Pre-diabetes Jadi Sinyal Cegah Diabetes Melitus

Sehingga, lanjut Nadia, perlu didukung peningkatan produktivitas tenaga kerja sebanyak 40%. Jika melihat asumsi daripada pertumbuhan ekonomi 8% setiap tahun maka PDB per kapita negara maju di 2037 akan bisa dicapai Indonesia yaitu sekitar USD2.860 per kapita.

"Namun itu semua harus didukung dengan pertumbuhan produktivitas 40%, pertumbuhan bonus demografi dan ekonomi. Sehingga kita melihat pembangunan SDM adalah prioritas utama," ujarnya.

Penyakit tidak menular pada usia produktif yang merupakan penyakit bisa dicegah sebanyak 70% dari total kematian, seperti kanker, stroke, DM, infeksi pernapasan dan lainnya.

"DM menjadi faktor risiko terjadi penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal sehingga perlu upaya lebih dini lagi promotif dan preventif," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT