29 June 2022, 12:08 WIB

Digitalisasi Mampu Membantu Mempromosikan Budaya Indonesia


Mediaindonesia.com | Humaniora

Ist/Kemendikbudristek
 Ist/Kemendikbudristek
Video klip tersebut berjudul “Wonderland Indonesia” karya Alffy Rev, 26, bersama teman-temannya.  

Perkembangan teknologi membuat dunia digital menjadi dunia kedua bagi setiap orang. Hal tersebut membuat jati diri dalam ruang budaya digital tidak berbeda dengan budaya nondigital.

Digitalisasi budaya memungkinkan setiap mendokumentasikan kekayaan budaya. Digitalisasi budaya dapat menjadi peluang untuk mewujudkan kreativitas. “Kita bisa mengunggah kegiatan-kegiatan budaya di Indonesia dibandingkan mengunggah hal-hal negatif,” ujar Kaprodi Teknik Geomatika Unitomo, Yunus Susilo saat webinar Makin Cakap Digital 2022, pekan lalu.

Selain melakukan digitalisasi budaya, menurut Yunus, masyarakat harus memanfaatkan dunia digital sebagai promosi produk dalam negeri. Hal ini mulai terlihat dengan banyaknya anak-anak muda mengunggah foto mengenakan kain batik tradisional Indonesia.

Yunus menilai, aksi para anak muda itu tentu menarik antusias pengrajin batik di Indonesia. “Bayangkan jika anak muda itu mengoleksi dua hingga empat kain batik tradisional, akan banyak pelaku industri batik yang antusias memproduksinya,” katanya.

Webinar Makin Cakap Digital 2022 untuk Kelompok Masyarakat Wilayah Jawa Timur, Kota Malang merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Siber Kreasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety, dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

Kali ini hadir pembicara-pembicara yang ahli dibidangnya. Paparan Kaprodi Teknik Geomatika Unitomo  Yunus Susilo menjadi pembuka webinar, dilanjutkan penyampaian materi oleh Dosen Praktisi  Adhi Prasnowo. Diskusi ditutup Project Officer MAFINDO  Dedy Helsyanto.
Dosen Praktisi  Adhi Prasnowo mengatakan, keamanan digital adalah sebuah proses untuk memastikan layanan digital, baik secara luring dan daring, dapat dilakukan secara aman. Tidak hanya mengamankan data yang dimiliki, tapi juga melindungi data pribadi yang bersifat rahasia. "Ruang digital itu merupakan sebuah eksositem, maka kita harus menjaga keamanannya,” katanya. (OL-12)

BERITA TERKAIT