28 June 2022, 19:31 WIB

Sandiaga : Usulan Visa Digital Nomad Masuk Tahap Finalisasi


Insi Nantika Jelita | Humaniora

Freepik.com
 Freepik.com
Ilustrasi pengajuan visa

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan visa digital nomad atau visa jarak jauh ditujukan bagi Warga Negara Asing (WNA) tengah masuk tahap akhir atau finalisasi.

Ini menjadi inovasi baru dalam merespons arus digitalisasi dan pola perilaku karyawan yang diperbolehkan untuk bekerja secara jarak jauh atau remote worker.

“Visa digital nomad ini sudah memasuki tahap akhir pembahasan dan akan terus kami koordinasikan dengan teman-teman kita di kementerian dan lembaga terkait," kata Sandiaga dalam keterangan resmi, Selasa (28/6).

Fenomena bekerja dari jarak jauh tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga seluruh dunia. Dari hasil survei yang dihimpun Kemenparekraf terkait digital nomad ini, tercatat sebanyak 95% menunjukkan Indonesia khususnya Bali menjadi tujuan pertama bagi penikmat remote worker.

Dikatakan Menparekraf, kebijakan visa digital nomad juga selaras dalam mendukung tercapainya target 1,5 juta wisatawan mancanegara untuk berwisata di Bali.

Ia berharap kualitas kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali bisa mencapai antara 50-60% dengan length of stay atau lama menginap lebih panjang dan jumlah belanja yang semakin tinggi.

Baca juga : 168,9 Juta Orang Sudah Divaksinasi Lengkap per 28 Juni

Hal tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.

“Kami ingin mereka lebih lama tinggal di Bali dan kami ingin pengeluarannya lebih berdampak terhadap ekonomi lokal saat mereka berkunjung dan berwisata di Bali,” ujar Sandiaga.

Menparekraf menjabarkan pengeluaran yang dilakukan selama wisman berada di Indonesia. Di antaranya untuk akomodasi 40%, makan dan minum 27,5% belanja 7,89% dan kesehatan 4,9%.

Sementara lima negara dengan penyumbang wisman ke Bali paling tinggi adalah Australia, Singapura, Inggris, Amerika Serikat, dan Prancis.

“Kami akan terus melakukan sinkronisasi agar rencana promosi ke depan Bali menjadi top of mind dari wisatawan mancanegara. Kami juga akan terus menggelar event internasional," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT