27 June 2022, 15:35 WIB

DPR Belum Setujui Usulan Anggaran Penanganan PMK sebesar Rp4,6 T


Insi Nantika Jelita | Humaniora

Antara/Didik Suhartono
 Antara/Didik Suhartono
Petugas kesehatan hewan menyuntikkan vaksin penyakit mulut dan kuku ke hewan ternak

KOMISI IV DPR RI belum menyetujui penambahan anggaran yang diajukan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menangani virus penyakit mulut dan kuku (PMK), dari Rp4,4 triliun menjadi Rp4,6 triliun.

Dalam kesimpulan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementan, Komisi IV DPR RI menyatakan baru mendengarkan penjelasan Kementan terkait usulan anggaran untuk penanggulangan PMK melalui anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 sebesar Rp4.658.655.223.

Dana ini akan digunakan untuk kegiatan pengadaan vaksin serta sarana pendukungnya, seperti operasional vaksin, pendataan ternak, dan sebagainya.

"Kita belum menyetujui nih, baru mendengarkan. Karena kalau mereka (Kementan) tidak detail, saya tidak setujui. Saya tidak mau memberikan cek kosong ke pemerintah," kata Ketua Komisi IV DPR RI Sudin.

Komisi tersebut juga menyampaikan penyesalan terhadap tindakan Kementan yang dianggap terlambat dalam pencegahan virus PMK.

Komisi IV pun meminta Kementan segera melakukan percepatan pendistribusian vaksin PMK pada hewan ternak dengan mengutamakan daerah prioritas yang terkena wabah virus itu.

Hingga Senin (27/6) pukul 10.00 WIB, vaksinasi terhadap hewan ternak untuk PMK tahap pertama baru menembus 65.919 dosis.

Total ada 800 ribu dosis vaksin PMK yang didapat Kementan, dengan 640 ribu dosis vaksin PMK sudah tersalurkan di 19 provinsi yang terdampak di Indonesia.

Baca juga : TN Komodo Hanya Mampu Tampung Maksimal 292 Ribu Wisatawan Pertahun

Sudin mengatakan, pihak Kementan tidak bisa memberikan keterangan lebih rinci soal pengalokasian vaksin PMK tersebut ke daerah.

"Data kabupaten/kota saja tidak bisa disajikan, tolong diberikan detailnya," pintanya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementan Kasdi Subagyono menyampaikan, usulan penambahan anggaran penanganan PMK itu akan dialokasikan Rp2,83 triliun untuk vaksinasi.

"Vaksin ini total ada dua kali ditambah satu kali vaksin booster dengan jumlah vaksin 43,66 juta dosis untuk hewan ternak," terangnya.

Lalu, anggaran itu akan dikucurkan dalam pengadaan vitamin dan obat-obatan sebanyak 3,3 juta unit, pengadaan kegiatan disinfektan sebanyak 312 kilogaram, kemudian alokasi logistik rantai dingin dengan cool box untuk vaksin, alat produksi vaksin dan lainnya.

Anggaran lainnya juga bakal digunakan untuk pendataan ternak sebesar, bio security dan lainnya.

"Anggaran dalam operasional vaksinasi sebesar Rp866 miliar. Vaksinasinya dua kali dan booster di tahun depan," pungkas Kasdi. (OL-7)

BERITA TERKAIT