27 June 2022, 07:55 WIB

Sumatra Utara Juara Umum Pesparawi Nasional XIII


Ardi T Hardi | Humaniora

dok.panitia
 dok.panitia
Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIII secara resmi ditutup Minggu malam (26/6), Sumut raih juara umum.

PESTA Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIII secara resmi ditutup oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI, Pontus Sitorus, Minggu (26/6) malam di Jogja Expo Center. Kontingen Provinsi Sumatera Utara berhasil merebut Juara Umum dengan perolehan 12 medali emas dan berhak membawa pulang Piala Bergilir Presiden.

Provinsi Papua Barat ditetapkan sebagai tuan rumah pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV pada 2025 mendatang. Keputusan itu ditentukan sesuai hasil Musyawarah Nasional Pesparawi XIII yang digelar Sabtu (25/6). Berdasarkan voting yang dilakukan secara tertutup, Papua Barat memperoleh suara terbanyak dengan 21 suara dari total keseluruhan 38 suara.

Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan HB X menyampaikan apresiasi mendalam terhadap segenap elemen yang terlibat sehingga seluruh rangkaian perhelatan Pesparawi Nasional XIII dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.

"Jika dipandang melalui kaca mata plurarisme, Pesparawi telah menjadi layaknya pesta lintas agama, sebuah bukti nyata betapa indahnya toleransi," ujar KGPAA Paku Alam X, Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Umum Pesparawi Nasional XIII, saat embacakan sambutan Gubernut DIY.

Ia menyampaikan selamat kepada juara umum Pesparawi Nasional kali ini. Kemenangan tersebut, lanjut dia, merupakan buah baik dari sawiji greget sengguh ora mingkuh (menyatu, semangat, percaya diri dengan rendah hati, dan bertanggung jawab)

Paku Alam X juga menyampaikan, atas nama seluruh panitia baik pusat maupun daerah, dengan tulus ia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerjasama semua pihak dan juga permohonan maaf yang sebesar-besarnya jika dalam penyelenggaraan Pesparawi Nasional XII ada beberapa hal yang kurang berkenan.

Sementara itu, Pontus Sitorus menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah DIY beserta seluruh jajaran dan masyarakat yang telah berupaya maksimal dengan suksesnya pelaksanaan Pesparawi Nasional XIII di Yogyakarta. Pesparawi merupakan salah satu bentuk kegiatan kerohanian yang
sekaligus memperhatikan, menghargai dan mendorong  pengembangan seni budaya yang bernafaskan keagamaan di Indonesia.

"Suksesnya pelaksanaan Pesparawi Nasional XIII menunjukkan masyarakat Yogyakarta adalah masyarakat yang rukun dan damai, menjunjung tinggi toleransi, tenggang rasa yang tinggi dan nilai-nilai luhur kearifan masyarakat," ujar Pontus.

Pesparawi Nasional XIII mempertandingkan 12 kategori lomba, yaitu Solo Anak (7-9 tahun), Solo Anak (10-13 tahun), Paduan Suara Anak (7-13 tahun), Solo Remaja Putri, Solo Remaja Putra, Vocal Group Remaja, Paduan Suara Remaja, Paduan Suara Dewasa Wanita, Paduan Suara Dewasa Pria, Paduan Suara Dewasa Campuran, Musik Pop Gerejawi (MPG) dan Musik Gerejawi Nusantara (MGN).

Pesparawi Nasional XIII yang diselenggarakan masih dalam masa pandemi ini digelar dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi, yaitu melalui sebuah aplikasi Pesparawi Nasional XIII yang tersedia dalam sistem operasi Android dan iOs. Selama penyelenggaraan, aplikasi yang berisi informasi tentang peserta, lokasi dan jadwal pertandingan serta fitur live streaming ini telah diunduh lebih dari 10.000 pengguna. (OL-13)

Baca Juga: ITS Surabaya Juara Hackaton 2022 Jawa Timur

BERITA TERKAIT