25 June 2022, 19:47 WIB

Terapi Adjuvan Perbesar Peluang Keberhasilan Program Bayi Tabung


Mediaindonesia.com | Humaniora

HO
 HO
Acara peluncuran Terapi Adjuvan oleh Klinik Morula IVF Indonesia.

TERAPI Adjuvan reproduksi berguna untuk menunjang efektifitas program bayi tabung (in vitro fertilization/IVF). Layakan terapi diluncurkan  oleh Klinik bayi tabung, Morula IVF Indonesia.

Klinik Morula IVF Indonesia merupakan bagian dari pengembangan Bundamedik Healthcare System. Morula kini menjadi salah satu klinik fertilitas terbesar di Indonesia dengan peningkatan pasien untuk program bayi tabung rata-rata sebesar 30 persen per tahun.

"Layanan adjuvan ini menitikberatkan pada peremajaan organ reproduksi perempuan, terutama mereka yang mengalami poor responden,” kata CEO Morula Indonesia, DR dr Ivan Rizal Sini, SpOG dalam keterangan yang diterima, Sabtu (25/6).

Dikatakan, terapi adjuvan dilakukan 1 kali seminggu selama 2 bulan. Perlu tidaknya terapi adjuvan bagi calon pasien program bayi tabung, tergantung diagnosa dokter. "Untuk ikut terapi ini, harus atas rekomendasi dokter," katanya.

Ia mengatakan, terapi adjuvan memiliki rangkaian tindakan untuk membantu peremajaan organ reproduksi perempuan sehingga meningkatkan peluang kehamilan. Tindakan tersebut meliputi pemenuhan kebutuhan nutrisi dengan mengkonsumsi obat-obat adjuvan atau suplemen seperti Dehydroepiandrosterone (DHEA), coenzym Q10, injeksi growth hormone, multivatimin seperti zinc dan vitamin C.

"Selain juga dilakuakn prosedur Platelet Rich Plasma (PRP) yang direkomendasikan dokter. PRP endometrium adalah pengobatan untuk mempertebal dinding rahim, sehingga meningkatkan peluang untuk kehamilan,” tutur Ivan.

Lebih jauh, Ivan meengatakan, dalam jurnal medis Upsala Journal of Medical Sciences, disebutkan DHEA adalah hormon steroid endogen yang diproduksi terutama di kelenjar adrenal, gonad, dan otak. Praperawatan dengan DHEA, dapat mengurangi embrio aneuploid yang tidak normal, dengan memperbaiki lingkungan mikro ovarium, sehingga terjadi pematangan folikel untuk mengoptimalkan proses bayi tabung.

Adapun zinc diperlukan untuk mengatur fungsi hormon yang memastikan ovulasi teratur dan terjadi pembuahan. Sedangkan, peran Coenzyme Q10 bagi organ reproduksi juga melindungi sel telur dari efek radikal bebas. Coenzyme Q10 disebutkan juga bermanfaat dalam meningkatkan kualitas sel telur, kualitas ovulasi dan angka kehamilan. Selain juga berperan dalam menurunkan angka keguguran dini.

Sedangkan growth hormone berperan pada fungsi ovarium. Pada beberapa literatur, hormon pertumbuhan itu dapat meningkatkan kematangan sel telur dan jumlah embrio yang bisa ditransfer pada pasien dengan kondisi poor responder. Tindakan itu bermanfaat bagi kasus-kasus bayi tabung yang gagal berulang (recurrent implantation failure).

Lebih jauh, Ivan mengatakan, dalam merencanakan kehamilan, vitamin C atau asam askorbat merupakan zat gizi penting. Para pakar telah lama mengetahui bahwa vitamin C merupakan bahan baku penting untuk membentuk kolagen tubuh yakni bahan dasar dari tulang, kulit, pembuluh darah, dan jaringan lainnya.

"Tubuh memerlukan vitamin C untuk menjalankan berbagai fungsi, seperti produksi kolagen, L-carnitine, beberapa hormon dan zat kimia penting pada otak dan saraf. Selain membantu penyerapan zat besi, meningkatkan kekebalan tubuh dengan menstimulasi aktivitas sel darah putih, mempercepat penyembuhan luka dan sebagai antioksidan, serta membantu menetralkan radikal bebas di dalam tubuh,” tuturnya.

Selain itu, Vitamin C juga dikenal kaya akan antioksidan yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh. Di luar manfaat itu, vitamin C meningkatkan hormon progestron yang berguna untuk memperbaiki kesuburan baik pada pria maupun wanita.

Lebih jauh, Ivan mengatakan biaya untuk terapi adjuvan berkisar Rp13 juta-21 juta per pasien. Sedangkan biaya program bayi tabung berkisar pada angka Rp60-80 juta tergantung kondisi kesehatan pasangan.

"Meski namanya peremajaan organ reproduksi perempuan, terapi ini bukan pengobatan terpisah. Terapi adjuvan merupakan bagian dari program bayi tabung, semacam persiapan bagi organ reproduksi agar prosesnya nanti lebih efektif," tandas Ivan. (RO/OL-15)

BERITA TERKAIT