25 June 2022, 18:10 WIB

Lansia yang Sudah Vaksin Lengkap, Diminta Segera Booster


Atalya Puspa | Humaniora

Antara
 Antara
Petugas medis menyuntikkan vaksin covid-19 dosis booster kepada warga lansia.

INDONESIAN Technical Advisory Group on Immunization (Itagi) mengingatkan warga lanjut usia (lansia) untuk melakukan vaksinasi booster. Pasalnya, lansia menjadi kelompok yang rentan terinfeksi covid-19, khususnya subvarian Omikron.

"Lansia ada total 21 juta. Ini yang sudah mendapatkan vaksinasi pertama ada 67%, vaksinasi kedua 23% dan booster ini rendah sekali. Yang belum menerima ada 16 juta," jelas Ketua Itagi Sri Rejeki dalam seminar virtual, Sabtu (25/6).

Pihaknya mengimbau kalangan lansia yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap 4-6 bulan, harus segera melakukan booster. Pasalnya, setelah waktu tersebut, imnunitas akan kembali turun. 

Baca juga: Itagi Kaji Vaksinasi Covid-19 untuk Balita

Adapun pemberian booster terbukti mampu meningkatkan imunitas. Serta, mengurangi tingkat keparahan apabila terpapar covid-19.

"Kita sudah memakai puluhan juta dosis vaksin untuk booster, baik homolog maupun heterolog. Terbukti bahwa semuanya itu mampu meningkatkan imunitas," imbuhnya.

Selain lansia, masyarakat rentan yang memiliki komorbid dan masyarakat umum juga sebaiknya segera divaksin booster. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, warga yang telah melakukan vaksinasi booster baru mencapai 24%, atau sekitar 49,5 juta orang per 24 Juni 2022.

Baca juga: Jemaah Haji Indonesia yang Wafat Menjadi 12 Orang

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Hinky Hindra Irawan Satari mengungkapkan, lebih dari 65 juta dosis vaksin covid-19 viral vektor telah berikan di Indonesia. 

Hingga saat ini, data surveilans KIPI menunjukkan bahwa vaksin covid-19 viral vektor aman sebagai primer maupun booster. Manfaat yang diperoleh juga jauh lebih besar, daripada risiko yang mungkin terjadi.

"Surveilans KIPI melihat keamanan vaksin dilakukan berkesinambungan. Untuk memastikan keamanan vaksin dalam upaya peningkatan keselamatan pasien, serta menentramkan masyarakat," tutur Hinky.(OL-11)

BERITA TERKAIT