25 June 2022, 16:40 WIB

61,81% Jemaah Haji Indonesia Memiliki Risiko Tinggi


M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora

MI/Susanto
 MI/Susanto
Pasien jemaah haji Indonesia dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), Madinah, Arab Saudi.

SESUAI laporan PPIH Arab Saudi bidang kesehatan bahwa jemaah haji Indonesia per 25 Juni 2022 yang memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan sebanyak 61,81%. Sehingga pemerintah benar-benar menghimbau jemaah yang masih berada di Tanah Air yang akan berangkat ke Tanah Suci agar banyak istirahat, menjaga kesehatan, semaksimal mungkin, dan melakukan konsultasi kesehatan sebagai tindakan antisipatif.

"Untuk para jemaah yang saat ini berada di Madinah cukupkan istirahat tidak melakukan aktivitas seperti ziarah yang berulang-ulang dan dapat menyebabkan kelelahan yang berlebih ingat jemaah yang masih berada di Madinah akan melaksanakan umroh wajib," kata Kepala Biro Humas, Data dan Informasi Kemenag Akhmad Fauzin dalam konferensi pers daring, Sabtu (25/6).

Mengingat pelaksanaan wukuf di Arafah masih cukup jauh sehingga perlu persiapan kesehatan yang prima. Untuk jemaah yang berada di Makkah diimbau agar mengatur irama ibadah shalat fardhu, kemudian tidak harus umrah atau tawaf sunnah berkali-kali yang dapat mengakibatkan jemaah kelelahan berlebih sehingga jatuh sakit.

Baca juga: Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji sesuai Hukum dan Aturan

"Beberapa hari ini jemaah yang sakit mencapai angka 500 orang lebih. Jadi harus menjadi perhatian seluruh pihak terutama jemaah haji kita harus berhitung benar bahwa Puncak pelaksanaan ibadah haji yakni wukuf di Arafah masih cukup lama sehingga kesehatan jemaah harus menjadi perhatian yang utama," ujarnya.

Oleh karena itu pemerintah berharap kepada seluruh jemaah untuk tidak mengabaikan unsur kesehatan. Dan imbauan kepada seluruh PPIH kloter dan PPIH Arab Saudi agar tidak henti-hentinya mengingatkan kepada jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Selain itu, yang perlu diwaspadai juga terkait dengan suhu. Rata-rata suhu tertinggi di Arab Saudi mencapai 45 derajat. Oleh karena itu pemerintah selalu mengimbau kepada jemaah haji Indonesia untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.

"Jangan menunggu haus untuk minum,makan tepat waktu, serta istirahat yang cukup. Perhatikan kesehatan diri sendiri dan tidak memaksakan untuk selalu shalat di Masjidil Haram, selain itu tetap selalu memakai masker ketika berkumpul di ruangan terutama ketika di masjid baik di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram," pungkasnya. (OL-4)

BERITA TERKAIT