24 June 2022, 13:33 WIB

Cegah Stunting, BKKBN Dorong Lansia Tangguh Dukung Tumbuh Kembang Bayi dan Anak


Faustinus Nua | Humaniora

Ist
 Ist
Ilustrasii - Gizi Buruk.

INDONESIA merupakan negara dengan populasi terbanyak keempat di dunia. Berdasarkan data hasil sensus penduduk 2022, jumlah penduduk Indonesia mencapai 270 juta jiwa atau bertambahan sekitar 32 juta jiwa dibandingkan dengan sensus penduduk 2010 yaitu 237 juta jiwa. Pertumbuhan penduduk tersebut akan terus meningkat setiap tahunnya.

Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Nopian Andusti mengungkapkan bahwa peningkatan jumlah penduduk diringi dengan pertumbuhan penduduk lanjut usia (lansia) dan Indonesia di tahun 2021 telah memasuki fase struktur menua yaitu mencapai 29,3 juta jiwa atau sebesar 10,83%.

Baca juga: Mahasiswa Universitas BSI Raih Juara 1 Lomba Video Kreatif dan Anugerah Jurnalistik 2022 

"Dengan semakin besarnya jumlah manusia hal ini akan menjadi tantangan dalam berbagai aspek kehidupan baik aspek kesehatan, sosial, ekonomi maupun lingkungan," ujarnya dalam webinar Peran Grand Parenting dalam Pencegahan Stunting, Jumat (24/6).

Meski jumlah lansia cukup banyak, tidak serta kelompok usia tersebut dikategorikan tidak produktif lagi. Para lansia dengan pengalaman pola asuh anak sebenarnya diberdayakan untuk mendukung program pemerintah dalam upaya meningkatkan kualitas hidup keluarga, khususnya dalam mengatasi masalah stunting.

"Oleh karena itu perlu mempersiapkan lansia agar menjadi lansia tangguh yaitu lansia yang sehat, aktif dan produktif serta bermartabat," imbuhnya.

Momentum Hari Keluarga Nasioanal yang jatuh pada tanggal 29 Juni nanti, BKKBN kembali memberi sosialisasi dan edukasi terkait peran para lansia. BKKBN memiliki program pemberdayaan keluarga, salah satunya dilakukan melalui pembinaan ketahanan keluarga, termasuk lansia yang dapat berperan dalam mendukung mengatasi persoalan stunting. "Melalui pengalaman pola pengasuhan anak yang ditransformasikan ke generasi penerus, di mana pola pengasuhan anak oleh kakek dan nenek sebagai orang terdekat atau terpercaya dari pada orang lain di luar angota keluarga yang lain," terangnya.

Lebih lanjut, Nopian mengungkapkan bahwa saat ini cukup banyak jumlah lansia di Indonesia yang tinggal bersama keluarga. Hal ini tentunya menjadi prospek yang sangat positif dalam meningkatkan kualitas pengasuhan bayi dan anak sekaligus terus menudukung dalam upaya penurunan angka stunting.

"Pola pengasuhan kakek dan nenek atau grand parenting yang baik dan benar dapat memberikan dukungan, dorongan dan bantuan yang berharga bagi kualitas tumbuh kembang anak serta menentukan kepribadian anak di masa dewasanya," kata dia.

Lansia sebagai bagian dari komponen masyarakat memiliki peran untuk mendukung program pemerintah. Dan kedekatan lansia dengan keluarga tentu akan sangat efektif dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga serta bisa berkontribusi dalam upaya penurunan angka stunting. (OL-6)

BERITA TERKAIT