23 June 2022, 22:03 WIB

Rektor UBL Tegaskan Kampus Harus Turut Cegah Pelecehan Seksual


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Ketua Badan Pelaksana Harian Yayasan Budi Luhur Cakti (YBLC) Kasih Hanggoro MBA (tengah) dan Rektor UBL Dr Ir Wendi Usino MSc MM (kanan).

SUHANAH Women and Youth Center (SWYC) menggelar uji publik panitia seleksi (pansel) sekaligus pengukuhan Duta Mahasiswa Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KtP/A) Universitas Budi Luhur 2022.

Sebanyak lima anggota pansel SWYC dinyatakan lulus oleh para observers. Selain itu, tiga pasang duta mahasiswa Anti KtP/A UBL dikukuhkan di ruang Theater Universitas Budi Luhur (UBL), Jakarta, Rabu (22/6).

Uji pansel dan pemilihan Duta Mahasiswa Anti KtP/A merupakan bentuk implementasi peran hadirnya SWYC dan menindaklanjuti Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

SWYC melaksanaan acara bergengsi itu untuk menghasilkan Pansel Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS).

Dengan begitu, UBL tetap akuntabel dan kredibel dalam meningkatkan partisipasi dan kepedulian mahasiswa pada isu-isu kekerasan seksual di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.

Pelaksanaan uji publik dan pengukuhan ini turut dihadiri Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Yayasan Budi Luhur Cakti (YBLC) Kasih Hanggoro MBA, Rektor UBL Dr Ir Wendi Usino MSc MM, Ketua Pos Sapa SWYC Dr Umaimah Wahid MSi.

Selain itu, hadir para observer yakni Brigjen Drs Yehu Wangsajaya MKom (Analisis Kebijakan Utama Bidang Manajemen Operasi Itwasum Polri), Budi Darmadi SH MM (Ahli Hukum/Lawyer PPKS), Dr Maya Trisiswati MKM (Ketua Pos Sapa Universitas Yarsi PPKS), Dr Yusron MSi (Ketua PSBL Kebudiluhuran), dan Saskia Lydiani SPd MSi (Penanggung Jawab Konseling dan Psikologi SWYC Budi Luhur)

Juga hadir, Nandu (perwakilan Kecamatan Pesanggrahan) serta moderator Devit Sutiono, MIkom.

Baca juga: UPH Gelar Pameran dan Seminar untuk Menjawab Fenomena Hybrid

Rektor UBL Wendi Usino menyampaikan pihaknya amat mendukung instruksi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim agar kampus terlibat aktif dalam pencegahan pelecehan seksual di kampus.

"Walaupun pada awalnya pada 2022, UBL juga sudah bekerja sama sangat intens dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) dan pak Rektor Yarsi untuk berperan aktif dalam perlindungan perempuan dan anak," kata Wendi, dalam keterangannya hari ini.

Wendi melanjutkan UBL melalui SWYC sangat mendukung Permendikbudristek No 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi, dengan menerapkannya melalui pansel di kampus.

"Dalam pemilihan ini tidak mudah dan sembarangan mencari pansel karena tidak ingin anggota pansel adalah orang-orang yang justru menjadi pelaku," katanya.

"Sebab, UBL sangat concern dan peduli pada perlindungan dan kenyamanan bersama, karena itu dukungan dalam pelaksanaan tindakan implementasi PPKS ini terus dilakukan," kata Wendi.

Itu sebabnya, ia mengajak semua pihak untuk bergandengan tangan membuat situasi kondisi di kampus UBL aman, nyaman, dan bebas dari tindakan pelecehan seksual.

Sebelumnya, pemilihan pansel SWYC UBL ini dibuka dengan masa pendaftaran mulai 28 Mei 2022.

Kemudian, tahap seleksi yaitu pengisian pertanyaan yang dikirimkan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) kepada peserta sampai akhirnya terpilih 8 calon pansel yang lulus proses administrasi.

Pada tahap uji publik, terpilih 5 pansel yang lulus yaitu Maria Goretti Da Cunha (tenaga kependidikan), Rusmiatun MIKom (tenaga kependidikan), Indira Nahdaffa Rahma, Mutiara Adisti Yudistira, dan Narendriyana Praba selaku mahasiswa.

Uji publik berlangsung pada Rabu (22/6) mulai pukul 13.30 Wib hingga 16.30 Wib dengan peserta uji publik mendapat kesempatan menanggapi atau bertanya berdurasi selama 1 menit.

Pada proses pengukuhan pasangan duta mahasiswa anti KtP/A, terpilih pasangan duta yakni Andina Putri Safira dan Muhammad Mido Safin, untuk nantinya dikirim pada pemilihan Duta Mahasiswa Anti KtP/A di tingkat DPPAPP. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT