22 June 2022, 17:15 WIB

Cegah Stunting Melalui Pelatihan Kepemimpinan Pemuda dalam Rumah Tangga


Budi Ernanto | Humaniora

DOK IST
 DOK IST
Sesi foto di Pelatihan Kepemimpinan Pemuda dalam Rumah Tangga yang berlangsung di Depok, Jawa Barat.

SEKARANG tidak jarang muncul di kehidupan rumah tangga sebuah persoalan akibat dari rendahnya literasi dalam keluarga. Padahal setiap keluarga harusnya memiliki pengetahuan hak dan kewajiban setiap anggota keluarga, cara mendidik anak dengan baik terutama dalam upaya pemenuhan hak-hak tumbuh kembangnya, serta dinamika relasi psikologis laki-laki dan perempuan dalam bingkai keluarga.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Ni’am Sholeh dalam Pelatihan Kepemimpinan Pemuda dalam Rumah Tangga. Pelatihan itu digelar atas kerja sama Kemenpora dan Bidang Kepemimpinan Majelis Pengurus Pusat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia yang diselenggarakan di Depok, Jawa Barat, selama dua hari sejak Selasa (21/6).

Menurut Asrorun, menikah bukan hanya persoalan berkumpulnya laki-laki dan perempuan dalam satu rumah. Tetapi ada tanggung jawab dan kewajiban di dalamnya, ada peran kepemimpinan di dalamnya, peran kepemimpinan yang tidak hanya dimiliki oleh laki-laki tapi juga oleh perempuan.

"Untuk memenuhi kewajiban mengasuh anak yang tepat agar tidak terjadi stunting serta penelantaran anak juga bagaimana keberperanan keluarga dalam kehidupan masyarakat harus menjadi pengetahuan dasar bagi para pemuda yang akan menjadi pemimpin dalam keluarga dan menjadi pemimpin publik hari ini dan masa-masa selanjutnya” papar Ni’am yang juga Kordinator Bidang yang membawahi Bidang Kepemimpinan dan Kepemudaan MPP ICMI.

Baca juga: Turunkan Stunting, Kemendikbudristek Edukasi Program Pendidikan Kesehatan Anak

Arif Satria selaku Ketua Umum MPP ICMI yang turut hadir dan memberikan sambutan serta membuka acara secara resmi menyampaikan pesan pentingnya pengetahuan dan penguatan leadership bagi para pemuda. Pemuda menurut arif harus memiliki leadership dengan modal dasar ctitical thinking, kolaboratif serta mampu berkomunikasi dengan baik. 

“Cara berpikir antara laki-laki dan perempuan yang telah menikah yang berbeda saja mampu menimbulkan keretakan rumah tangga, apalagi persoalan-persoalan yang mendasar lainnya, oleh karena itu kita harus mendorong upaya peningkatan kompetensi para pemimpina muda ini” pangkas Arif yang juga Rektor IPB ini.

Mustadin Taggala selaku wakil Ketua Bidang Kepemimpinan yang dipercayakan sebagai kordinator pelaksana kegiatan kolaborasi ICMI dengan Kemenpora ini menyampaikan terimakasih kepada Ketua Umum dan segenap Pengurus MPP ICMI serta Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora atas kesediaan berkolaborasi melaksanakan kegiatan Pelatihan Kepemimpinan dalam Rumah Tangga (PKPRT) ini.

“Kegiatan yang melibatkan berbagai komponen organisasi Islam antara lain Pemuda ICMI, Organisasi Kepemudaan, Kemahasiswaan dan Kepelajaran Islam, ini tentunya belum sempurna, dibutuhkan effort yang lebih dalam memaksimalkan kemanfaatannya, kapasitas peserta juga yang terbatas ditengah tingginya animo para pemuda menjadi cermin pentingnya kegiatan ini. Ada 200an pendaftar, yang memenuhi kriteria 113 orang dan hanya 60 orang yang bisa kita libatkan dalam kegiatan yang berlangsung 2 hari ini” papar Mustadin. (R-3)

BERITA TERKAIT