22 June 2022, 16:15 WIB

Vaksinasi Covid-19 Balita Dinilai Mendesak, ITAGI Tunggu Lampu Hijau Kemenkes


Atalya Puspa | Humaniora

AFP/David Ryder
 AFP/David Ryder
Deni Valenzuela, 2, menerima dosis pertama vaksin covid-19 Pfizer di Seattle, Amerika Serikat, Selasa (21/6).

KASUS covid-19 di Tanah Air kembali melonjak dan vaksinasi dianggap penting untuk melindungi masyarakat, termasuk anak-anak di bawah 5 tahun.  Hal itu diungkapkan oleh Anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Cissy Kartasasmita.

Sejauh ini, Cissy mengatakan, Indonesia belum mengkaji soal rencana penyuntikan vaksin covid-19 pada balita. Sedangkan, kajian tersebut diperlukan untuk memproses ijin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

"ITAGI masih menunggu permintaan kemenkes untuk mengkajinya," kata Cissy saat dihubungi, Rabu (22/6).

Seperti diketahui, Amerika Serikat telah memulai vaksinasi covid-19 untuk balita pada Selasa (21/6). Adapun, vaksin yang telah mendapatkan izin untuk disuntikkan kepada balita ialah Pfizer dan Moderna.

Hal ini dilakukan AS karena tingginya angka infeksi covid-19 di AS menyebabkan lebih dari 45 ribu balita dirawat di rumah sakit dan hampir 500 dari mereka meninggal dunia sejak awal pandemi.

Cissy menilai, langkah AS perlu segera diikuti oleh pemerintah Indonesia. Pasalnya, anak di bawah 2 tahun sulit mengikuti protokol kesehatan dan tidak bisa menggunakan masker saat bepergian.

"Balita saat ini sudah banyak terpapar karena dibawa orang tua kemana-mana. Meski omikron tidak berat untuk anak, tapi ada juga yang berat seperti bisa menyebabkan MIS-C dan mungkin long covid," pungkas dia. (H-2)

 

BERITA TERKAIT