21 June 2022, 19:53 WIB

Dana Cadangan Kesehatan Raup Komitmen US$1 Miliar


Andhika Prasetyo | Humaniora

Antara
 Antara
Petugas medis bersiap menyuntikkan vaksin covid-19 dosis booster kepada warga.

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Dana Perantara Keuangan (FIF) yang diprakarsai Indonesia, telah berhasil meraup komitmen sebesar US$1 miliar.

Adapun kepastian komitmen tersebut diperoleh setelah pertemuan seluruh menteri kesehatan G20, yang juga dihadiri Direktur Jenderal WHO, di Yogyakarta pada Senin (20/6) ini.

"Sekarang sudah terkumpul US$1 miliar yang dikomitmenkan beberapa negara dan institusi," ujar Budi di Istana Merdeka, Selasa (21/6).

Baca juga: WHO Apresiasi Indonesia karena Tangani Covid-19 dengan Baik

Lebih lanjut, dia menjelaskan dana yang ditujukan untuk penanganan pandemi covid-19, akan digunakan untuk pengadaan vaksin, obat-obatan, serta alat kesehatan bagi negara yang membutuhkan.

Nantinya, WHO bertindak sebagai pengawas, sekaligus menentukan negara mana yang berhak mendapat bantuan tersebut. "Ini ditujukan kalau nanti ada pandemi berikutnya," sambung Budi.

Dalam pertemuan para menteri kesehatan G20, juga dibahas terkait rencana integrasi laboratorium genome sequence di seluruh dunia. Langkah itu diperlukan untuk mengantisipasi jika ditemukan virus atau bakteri baru, yang mengancam kehidupan manusia.

Kemudian, poin lain yang juga menjadi pembahasan adalah harmonisasi syarat perjalanan di masa pandemi covid-19. Melalui harmonisasi tersebut, negara yang terlibat akan menerima sertifikat vaksin peserta perjalanan yang berasal dari negara lain.

Baca juga: Satgas: Kenaikan Kasus Covid-19 Alarm yang Perlu Diwaspadai

"Standar ini menggunakan standar WHO. Pilot project sudah berjalan. Ada lebih dari 30 negara yang terlibat," paparnya.

Adapun kebijakan harmonisasi syarat perjalanan akan memudahkan mobilitas orang dan barang, jika pandemi covid-19 kembali merebak atau muncul pandemi baru.

"Kalau memang negara harus lockdown, orang yang sehat dan sudah divaksin masih tetap bisa bergerak. Pilot atau kru pesawat, kru kapal, kalau sehat, bisa jalan, sehingga ekonomi tetap berputar," kata Budi.

Lalu, poin terakhir, negara G20 sepakat melakukan regionalisasi pembangunan pabrik dan riset untuk keperluan medis. Sehingga, penelitian dan produksi alat kesehatan hingga vaksin, tidak hanya terpusat di Amerika Serikat dan Eropa.(OL-11)

BERITA TERKAIT