20 June 2022, 11:38 WIB

Jadi Titik Jalur Rempah, Banda Neira Diharapkan dapat Menarik Wisatawan


M Iqbal Al Machmudi | Humaniora

ANTARA FOTO/EMBONG SALAMPESSY
 ANTARA FOTO/EMBONG SALAMPESSY
Banda Neira

SALAH satu titik yang dilalui Muhibah Budaya Jalur Rempah Kemendikbud-Ristek dan KRI Dewaruci adalah Banda Neira. Dengan menjadi titik singgah, diharapkan keindahan Banda akan terekspos dan dapat menarik wisatawan lokal serta asing.

Kepala Dinas Pariwisata Maluku Tengah Angki Watimena mengatakan Banda Neira memiliki banyak cagar budaya yang penuh sejarah untuk dikunjungi serta dipelajari. Selain itu, Banda juga memiliki banyak keindahan alam seperti gunung, laut, pantai, hutan dan sebagainya yang seharusnya bisa menarik wisatawan untuk datang.

"Sehingga dengan Muhibah Budaya ini yang menjadikan Banda sebagai titik jalur rempah diharapkan mengembalikan kekuatan Banda di mata internasional," kata Angki di Banda Neira, Senin (20/6).

Dengan banyaknya kegiatan yang menonjolkan budaya sekitar, Banda dan segala keindahannya diharapkan akan terekspos luas demi menarik wisatawan lokal dan mancanegara.

Baca juga: Muhibah Budaya Jalur Rempah Menuju Banda Neira

Selain itu, Angki juga menilai perjalanan jalur rempah ini sangat penting menguatkan identitas anak bangsa. Mengajarkan kembali kekayaan alam rempah yang dimiliki Nusantara.

"Kegiatan Muhibah Budaya Jalur Rempah sangat penting untuk mengangkat kembali generasi saat ini bahwa rempah telah menjadi warisan dunia dan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia," ujar Angki.

"Kepulauan Banda sejak dahulu telah menjadi sejarah internasional mengingat lebih dari 5 abad penuh dengan rempah yang menarik negara-negara lain untuk datang. Dengan rempah-rempah yang melimpah sudah sepantasnya Banda memiliki destinasi wisata dunia," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT