19 June 2022, 13:21 WIB

Galang Kolaborasi untuk Ciliwung Bersih


Mediaindonesia.com | Humaniora

MI/ HO
 MI/ HO
Kegiatan "Geber Ciliwung, Gerakan Bersama Bebersih Ciliwung."

KABUT pagi pada Sabtu (18/7) menyelimuti tipis aliran Sungai Ciliwung, tepat di bawah kolong jalan TB. Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sejumlah perahu karet tengah bersiap di tepi Ciliwung, diawali dengan giat susur sungai.

Kegiatan susur Sungai Ciliwung ini merupakan puncak dari aksi bertajuk "Geber Ciliwung, Gerakan Bersama Bebersih Ciliwung." 

PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) menjadi penggagas aksi kali ini. Ikut menyusuri Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung, Direktur Utama PPLi Yoshiaki Chida, Kasdam Jaya Brigjen TNI Edy Sutrisno, bersama Aster Kasdam Jaya, juga sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta.

Manager Humas PPLI Arum Tri Pusposari mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk komitmen untuk menjaga lingkungan. "Kami sebagai perusahaan pengelola limbah industri, bertanggung jawab atas kebersihan sungai yang kami lewati di area Jawa Barat juga DKI Jakarta," ungkap Arum. 

Ia menilai kondisi Ciliwung hari ini, masih jauh dari layak. Masih banyak warga menganggap cara paling praktis melenyapkan sampah rumah tangga dengan melemparnya ke aliran sungai. 

Sampah-sampah yang dibuang ke sungai ternyata beragam mulai dari plastik atau bungkus nasi, tapi juga ban bekas, kasur, lemari hingga alat elektronik seperti televisi, batu baterai dan lampu yang tak terpakai lagi.

"Mereka tak sadar barang elektronik itu merupakan limbah bahan berbahaya beracun (B3) yang dapat membahayakan jiwa manusia," tandas Arum.

Sebagai puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia, selama tiga hari berturut-turut, sejak 16 Juni hingga puncaknya 18 Juni ratusan relawan gabungan terlibat dalam aksi bebersih Sungai Ciliwung.

"Geber ini merupakan singkatan dari gerakan bersama. Suatu istilah untuk sebuah kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama atau kolaboratif," tuturnya.

Mewakili Dirut PPLI, Arum menyampaikan, kelak Ciliwung harus bisa diwariskan kelestariannya untuk anak cucu. Upaya ini harus dimulai dan dijaga rutinitasnya. Pihaknya berkomitmen akan meneruskan aksi serupa baik di hilir maupun di hulu.

"Mungkin kita tak bisa membersihkan seluruh sungai dengan waktu singkat, tapi kita ingin meninggalkan motivasi, meninggalkan kesan baik yang bisa diteruskan masyarakat untuk mengikuti langkah kami, membersihkan Ciliwung yang saat ini masih cukup tercemar," ujar Arum.

Kolaborasi Geber Ciliwung mengundang banyak pihak. Mulai dari Pemrov DKI Jakarta, Kodam Jaya, Rindam Jaya, Dinas Lingkungan Hidup DKI, Dinas Bina Marga DKI, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, lembaga kemanusiaan Indonesia Care, juga sejumlah relawan dari Brigade Relawan Nusantara.

Sembari menyusuri Daerah Aliran Sungai Ciliwung, Kasdam Jaya Brigjen TNI Edy Sutrisno mengatakan, upaya  serupa harus dimaksimalkan lagi 

"Sudah menjadi impian bersama warga di sepanjang Ciliwung, bisa mengembalikan lagi fungsi dan kelestarian sungai. Aksi tiga hari berturut-turut ini benar-benar telah menunjukkan hasil signifikan. Terima kasih untuk semua yang telah terlibat," ujar Edy

Menutup puncak aksi Geber Ciliwung, PPLI menyerahkan secara simbolis enam tempat sampah berukuran 600 liter ke sejumlah warga, relawan dan komunitas di sepanjang Ciliwung. 

Satu unit perahu karet untuk aksi pencegahan dan evakuasi banjir pun diserahterimakan PPLi kepada Indonesia Care.

Acara ditutup dengan diskusi tentang lingkungan yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Peduli Lingkungan Indonesia (AJPLI), membicarakan tajuk; Sungai Ciliwung, Sebuah Potensi yang Tenggelam (OL-8).

BERITA TERKAIT