18 June 2022, 21:36 WIB

Perguruan Tinggi Harus Persiapkan Lulusan yang Kuasai Teknologi Blockchain


mediaindonesia.com | Humaniora

Foto/Courtesy Youtube Kuliah BSI Aja
 Foto/Courtesy Youtube Kuliah BSI Aja
Ketua Umum Aptisi (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) M. Budi Djatmiko.

DEMI menyongsong Indonesia Emas tahun 2045, Aptisi (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia) akan selenggarakan Rembug Nasional, sekaligus Rapat Pengurus Pusat Pleno (RPPP) ke-1.

Kegiatan akan berlangsung secara luring, pada 1,2 dan 3 Juli 2022 di Bali, tepatnya di Bali Nusa Dua Convention Center, Kawasan Terpadu ITDC NW/1, Nusa Dua Bali.

Rembug nasional ini akan menghadirkan tokoh-tokoh penting Indonesia, tiga tokoh berpengaruh nasional hadir sebagai keynote speaker yakni Presiden Joko Widodo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, dan Ketua Umum Aptisi Pusat, M Budi Djatmiko.

Lalu, akan hadir sebagai narasumber pada tema acara “Digitalisasi Berbasis Blockchain, Tantangan Masa Depan dan Reformasi Pendidikan Tinggi” ini adalah Mendikbudristek Nadiem Makarim, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Ari Purbayanto.

Ketua Umum Aptisi Pusat, M Budi Djatmiko, mengatakan, perguruan tinggi swasta di Indonesia, perlu memiliki satu kesepekatan bersama dalam menyongsong era emas tahun 2045.

“D imana di era emas ini, tentu banyak generasi muda Indonesia yang notabenenya merupakan para lulusan perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri, perlu berbekal pengetahuan teranyar demi siap hadapi tantangan zaman,” jelas Budi dalam keterangan pers, Sabtu (18/6).

Baca juga: Kolaborasi Pendidikan dan Industri Penting Untuk Pengembangan Vokasi

Teknologi blockchain sendiri, katanya menjelaskan, sebagai sebuah isu terkini yang menarik di sebagian kalangan masyarakat.

"Sebab, saat ini banyak sektor kehidupan masyarakat yang memanfaatkan perkembangan teknologi dari blockchain ini.," katanya

“Semakin maraknya teknologi berbasis blockchain, maka perguruan tinggi sebagai tonggak awal tumbuhnya generasi, perlu mempersiapkan SDM yang kompeten di bidang teknologi digital berbasis blockchain ini. Agar mereka paham dan bermanfaat dalam perkembangan zaman, terlebih, dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia serta era emas di tahun 2045 nanti,” jelasnya.

Acara rembug nasional ini, ungkapnya, mengajak seluruh perguruan tinggi swasta untuk duduk bersama menyelesaikan berbagai solusi atas permasalahan perguruan tinggi Indonesia khususnya perguruan tinggi swasta, untuk disampaikan kepada Presiden, DPR RI, Kementerian Pendidikan dan pihak terkait.

Selain itu, Budi juga mengatakan, dalam rempug nasional nanti, Aptisi-Edufecta akan memberikan hibah berbentuk software SIM Manajemen Terpadu Perguruan Tinggi seharga 5 miliar.

Hibah tersebut akan diberikan ke seluruh kampus swasta, yang berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan yang hadir di Bali.

“Kami juga akan memberikan seri buku Manajemen seharga kurang lebih Rp 1 juta rupiah, bagi 1000 peserta pendaftar pertama," katanya.

"Dan akan menerapkan tanggal 2 Juli sebagai hari kebangkitan pendidikan swasta Indonesia, untuk diperingati setiap tahun, sebagai nilai motivasi, kemajuan dan kebersamaan kampus-kampus swasta Indonesia,” jelas Budi. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT