17 June 2022, 22:05 WIB

Demam Berdarah Kembali Merebak, Ini 6 Strategi Pemerintah


Zubaedah Hanum | Humaniora

MI
 MI
Infografis

DEMAM Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegyptif dan Aedes Albocpictus. Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk sebagai wilayah endemis DBD dengan sebaran di seluruh wilayah tanah air.

Hingga pekan ke-22 tahun 2022, sebanyak 45.387 kasus dengue dilaporkan dari 449 kabupaten/kota yang tersebar di 34 provinsi. Kemudian, tercatat sebanyak 432 kematian akibat dengue tersebar di 163 kabupaten/kota di 31 provinsi.

"Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia menurun dalam dua tahun terakhir," ucap Plt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan RI Tiffany Tiara Pakasi.

Ia mengatakan, pemerintah menargetkan angka kasus DBD di Indonesia yakni kurang dari 10 per 100.000 penduduk pada 2024 sampai 2030 dengan angka kematian nol persen.

Untuk itu, ada enam strategi nasional dalam pengendalian dengue. Pertama, penguatan pengendalian vektor yang efektif, aman berkesinambungan. Kedua, penguatan sistem surveilans dan manajemen kejadian luar biasa (KLB).

Kemudian ketiga penguatan tata laksana dengue yang komprehensif. Keempat, peningkatan partisipasi dari dan kemandirian masyarakat.

"Kelima, penguatan komitmen pemerintah dan pemerintah daerah serta partisipasi mitra dan multi sektor. Dan keenam, pengembangan kajian penelitian dan inovasi sebagai dasar untuk penetapan kebijakan pengendalian dengue ke depannya," papar dr. Tiara.

Dokter Tiara juga meminta masyarakat untuk tetap melakukan 3M plus untuk pencegahan DBD. Adapun 3M plus tersebut adalah:

1. Menguras
2. Menutup
3. Memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang).
4. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.

Satu lagi yang harus diperhatikan, apabila orang terinfeksi virus Dengue akan timbul gejala seperti demam mendadak, sakit kepala, nyeri bola mata, mual, pendarahan seperti mimisan, gusi berdarah, serta muncul bintik merah pada orang yang mengalami DBD. Jadi, tetap waspada dan bila terjangkit jangan tunggu sampai parah. (Medcom.id/H-2)

BERITA TERKAIT