16 June 2022, 14:53 WIB

DPR Nilai Kontrol BPOM Lemah dalam Pencegahan Obat Ilegal


Sri Utami | Humaniora

MI/Rommy Pujianto
 MI/Rommy Pujianto
Ilustrasi. Obat-obat ilegal yang berhasil disita BPOM dan juga marak dijual secara online.

ANGGOTA Komisi IX DPR Fraksi PKS Alifudin meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencegah terjadinya penjualan obat ilegal melalui yang banyak dilakukan di pasar daring.

Alifudin meminta BPOM untuk berkolaborasi dengan perusahaan jasa marketplace agar peredarannya dapat dihentikan.

"BPOM juga harus membuat program-program yang konkrit untuk mencegah akan beredarnya obat ilegal. Oke sudah ada data produk yang sudah ditindak oleh BPOM, tapi harus ada program pencegahan dan penindakan yang tegas," tegasnya, Kamis (16/6).

Banyaknya promosi obat ilegal secara daring membuat masyarakat mudah mendapakannya secara tidak terkontrol. Hal tersebut menandakan regulasi dan pengawasan yang lemah dari BPOM.

Baca juga: Tekan Promosi Online Menyesatkan, Badan POM Gandeng e-Commerce Luncurkan Program ZRPO

"Kami berharap walau BPOM dalam tahun ke tahun memiliki data penindakan produk yang ilegal, tapi juga program penindakan yang solutif terkait hal ini, serta bukan hanya soal penindakan, pencegahannya pun harus dibuat programnya agar semua masyarakat bisa saling mengawasi," tukasnya. (Sru/OL-09)

BERITA TERKAIT