16 June 2022, 09:29 WIB

Muhibah Budaya Jalur Rempah Menuju Banda Neira


M Iqbal Al Machmudi | Humaniora

ANTARA FOTO/Didik S
 ANTARA FOTO/Didik S
KRI Dewaruci yang membawa peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah 

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) bersama KRI Dewaruci dalam Muhibah Budaya Jalur Rempah menuju Banda Neira yang sebelumnya sempat bersandar di Ternate dan Tidore Maluku.

"KRI Dewaruci merupakan kapal tangguh yang dimiliki Republik Indonesia, menjadi sebuah kehormatan bagi kami menjadi tempat berlabuh dari kapal bersejarah ini di pelabuhan Trikora Tidore," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tidore Ismail Dukomalamo di Pelabuhan Trikora, Tidore, Kamis (16/6).

Diketahui, Muhibah Budaya Jalur Rempah Kemendikbud-Ristek melakukan pelayaran bersama KRI Dewaruci dimulai dari Surabaya, Makassar, Bau Bau, Ternate, Tidore, Banda Neira, Kupang, dan Surabaya. Sehingga total jarak tempuh adalah 3.050 Nm.

Ekspedisi ini menunjukkan KRI Dewaruci masih tetap gagah meski sudah berumur 69 tahun.

"Kapal Dewaruci telah membuktikan kegagahannya mampu mengelilingi dunia. KRI Dewaruci akan melanjutkan perjalannya dari Tidore menuju Banda Neira yang kemudian akan dilanjutkan ke Kupang dan kembali ke titik awal yaitu Surabaya," ujarnya.

Baca juga: Kemendikbud Gandeng TNI AL Gelar Muhibah Budaya dan Jalur Rempah

Tujuan dari Jalur Rempah ini yaitu menyalakan kembali ingatan dan kebanggaan jati diri sebagai bangsa bahari dan memperkuat tali Indonesia yang sejak ribuan tahun lalu telah dirajut melalui kehangatan persahabatan, asimilasi, pengetahuan, budaya, peradaban, serta diplomasi di setiap pelabuhan Jalur Rempah.

Kemudian meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melestarikan, mengemban dan memanfaatkan warisan budaya Jalur Rempah untuk modal meningkatkan kesejahteraan bersama yang lestari.(OL-5)

BERITA TERKAIT