14 June 2022, 15:59 WIB

Primary PCI, Cara Efektif Atasi Serangan Jantung


Eni Kartinah | Humaniora

Ist
 Ist
Perburukan kondisi pasien bisa dihindari, salah satunya dengan tindakan Primary PCI (Percutaneous Coronary Intervention).

SERANGAN jantung adalah gangguan aliran darah di pembuluh darah jantung sehingga otot jantung mengalami kerusakan, atau disebut juga infark miokard, penyebab utama kondisi ini adalah penyakitjantung koroner.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Sedikitnya 15 dari 1000 orang atau sekitar 2.784.064 orang di Indonesia menderita penyakit jantung, sehingga penyakit jantung koroner menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan saat ini penyakit jantung mulai meningkat dialami pada usia muda sekitar usia 30-50 tahun.

Sebagian besar serangan jantung identik dengan gejala seperti nyeri dada, rasa tidak nyaman seperti tertekan, sensasi terbakar, sakit di dada sebelah kiri atau tengah, kemudian menjalar sampai ke punggung, rahang, dan lengan, nyeri memberat saat beraktivitas.

Lalu gejala lain, seperti sesak nafas, munculnya keringat dingin, mual, muntah, dan pusing. Bisa juga, gejala serangan jantung dijumpai mirip dengan keluhan GERD atau maag.

Bahkan ada juga penderita serangan jantung yang tidak mengalami gejala namun langsung mengalami henti jantung atau mati mendadak.Bila Anda mengalami salah satu gejala seperti
diatas segera ke Rumah Sakit yang memiliki fasilitas jantung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Dr. med. dr. Denio A. Ridjab, Sp.JP (K) menjelaskan pada pertemuan media secara daring yang diselenggarakan oleh Heartology Cardiovascular Center, menjelaskan bahwa kondisi serangan jantung termasuk dalam kegawadaruratan yang butuh waktu penangangan sesegera mungkin oleh tim emergency dan spesialis jantung.

"Kematian akibat serangan jantung bisa terjadi akibat terlambat mendapatkan penanganan medis," jelas dr.Denio.

"Karena apabila serangan jantung yang luas, parah, terlambat atau tidak tertangani dengan baik, maka kemungkinan komplikasi yang di timbulkan akibat serangan jantung akan semakin berat, antara lain gangguan irama jantung atau aritmia, gagal jantung, syok kardiogenik, dan henti jantung yang dapat berujung pada kematian," paparnya.

Perburukan kondisi pasien seharusnya bisa dihindari, salah satunya dengan tindakan Intervensi Koroner Perkutan Primer (Primary Percutaneous Coronary Intervention), atau Angioplasty Primer.

"Primary PCI yaitu prosedur medis untuk memulihkan aliran darah ke jantung dengan cara mengatasi sumbatan atau penyempitan pada arteri koroner yang diakibatkan oleh aterosklerosis, yakni penumpukan deposit kolesterol (disebut plak) di arteri," kata dr.Denio.

Baca juga: Gaya Hidup Sehat akan Kurangi Risiko Penyakit Jantung di Usia Senja

"Primary PCI dilakukan dengan meregangkan area arteri koroner yang menyempit memakai balon yang terpasang pada kateter, yakni selang kecil yang fleksibel, masuk ke tubuh untuk menuju arteri yang bermasalah” jelas dr. Denio

Heartology Cardiovascular Center berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat dan tepat pada pasien serangan jantung.

“Waktu sangatlah vital, oleh sebab itu, primary PCI berperan sangat penting untuk menyelamatkan pasien,” tukas dr. Denio.

"Primary PCI adalah cara paling efektif dalam menangani pasien serangan jantung untuk memulihkan kerja otot jantung dan pada akhirnya menyelamatkan nyawa pasien," tuturnya. (Nik/OL-09).

BERITA TERKAIT