13 June 2022, 21:07 WIB

Teknologi Optical MASER Kurangi Risiko Pendarahan Sirkumsisi


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, memberi penjelasan dalam konferensi pers tentang Teknologi Optical MASER di Jakarta, Senin (13/6).

DALAM dunia medis atau kedokteran, laser telah banyak digunakan sebagai metode untuk menangani banyak masalah kesehatan maupun estetika.

Penggunaan laser sebagai tindakan medis  dapat memberikan kenyamanan dan pilihan baru bagi pasien.

Menurut Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, istilah "laser" adalah singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation. 

Sinar laser, memiliki panjang gelombang tertentu. yang berbeda dengan sinar lainnya. Sinar yang satu ini fokus pada titik tertentu dan mengeluarkan cahaya dengan intensitas yang sangat tinggi.

Penggunaan sinar laser dalam bidang medis sebenarnya telah dilakukan sejak tahun 1960.

Tepatnya ketika Theodore H. Maiman menciptakan sinar laser dari ruby crystal. Fungsinya bisa digunakan untuk pengobatan kelainan kulit, memecahkan batu ginjal, operasi mata, tumor, dan lain-lain.

“Tindakan laser tidak hanya terbatas untuk pengobatan kelainan kulit, batu ginjal, operasi mata, tumor,  dan kecantikan saja. Tapi bisa juga untuk sunat (sirkumsisi)," kata dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS , Founder Klinik Sunat dr. Mahdian, dalam launching metode sunat terbaru dr.M Optical MASER yang digelar di Klinik Sunat dr. Mahdian,  Jakarta, Senin (13/6).

Baca juga: Laser Glowing Wujudkan Wajah Bersinar tanpa Sakit dan Jarum

"Namun, sayangnya masih sangat sedikit penggunaannya untuk sunat, terutama di Indonesia,” ujar dr. Mahdian.

Kendati demikian,pada tahun 1989di Singapura, untuk pertama kalinya diperkenalkan sunat lase.

Hasilnya, waktu tindakan untuk pasien yang menjalani sunat dengan laser lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensional dan memiliki risiko perdarahan dan nyeri yang minimal. 

Teknologi Optical MASER

Melihat hal tersebut, Klinik Sunat dr. Mahdian kemudian berinisiasi untuk menerapkan teknologi canggih dari Jerman bernama Optical MASER untuk tindakan sunat.

"Klinik Sunat dr. Mahdian menjadi klinik sunat pertama di Indonesia yang melakukan tindakan sunat dengan menggunakan teknologi dr.M Optical MASER," jelasnya.

“Teknologi ini memiliki prinsip dasar mengalirkan gelombang elektromagnetik melalui fiber optik yang diproses melalui generator sehingga memiliki efek potongInilah yang dikembangkan di Klinik dr. Mahdian dan sudah diterapkan kepada 100 pasien sunat anak di Klinik dr. Mahdian dengan hasil yang memuaskan,” ungkap dr. Mahdian.

MASER (Microwave Amplification by the Stimulated Emission of Radiation)adalah suatu alat untuk menghasilkan gelombang elektromagnetik yang koheren, melalui penguatan oleh emisi terstimulasi. Dulu, para ahli menyebut nama laser sebagi MASER.

Alasan Klinik Sunat dr. Mahdian menggunakan teknologi dr.M Optcal MASER ini adalah risiko komplikasi yang minimal, lebih aman karena tidak menimbulkan panas sehingga menyebabkan luka bakar, serta tidak ada kerusakan jaringan.

Selain itu, dr. Mahdian menjelaskan bahwa Nur enggunaan dr.M Optical MASER karena risiko amputasi minimal, waktu tindakan kurang dari 3 menit, tanpa jahitan, perdarahan relatif minimal hingga hampir tanpa perdarahan

"Penggunaannya bisa untuk segala usia, hasil sunat rapih, tanpa rasa nyeri, dan proses penyembuhan yang lebih cepat sehingga bisa langsung beraktivitas," kata dr.Mahdian.

Di sisi lain, penggunaan dr.M Optical MASER ini juga menguntungkan untuk para dokter karena penggunaannya yang praktis, mudah, dan hemat waktu.

Faisal, orangtua pasien sunat di Klinik Sunat dr. Mahdian, mengatakan “Puas sekali dengan metode dr.M .Optical MASER ini. "

"Anak saya pas sunat enggak nangis sama sekali, proses sunatnya juga cepat enggak sampai 5 menit, tanpa suntik, enggak ada perdarahan, habis sunat juga ini anak saya udah bisa langsung jalan kayak biasa,” ujar Faisal

Klinik Sunat dr. Mahdian merupakan klinik sunat modern pertama dan terbesar di Indonesia dengan memiliki lebih dari 30 cabang.

Didirikandr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS pada 7 Desember 2006 dan telah menangani jutaan pasien.

Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Klinik Sunat dr. Mahdian selalu membuat inovasi pada metode yang digunakan. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT