13 June 2022, 19:17 WIB

Transformasi Layanan Primer Kesehatan Dimulai dari Puskesmas


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Dirjen Nakes, Kemenkes, drg.Arianti Anaya, MKM, menjadi pembicara webinar kesehatan yang digelar Dokter Alumni Smandel (DAS).

DIRJEN Tenaga Kesehatan (Nakes), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) drg.Arianti Anaya, MKM, mengungkapkan, Kemenkes telah mencanangkan apa yang disebutnya enam pilar transformasi untuk mengatasi berbagai persoalan yang terkait pembangunan bidang kesehatan di Tanah Air.

“Tentunya peran penting untuk memastikan generasi berikutnya sehat berpendidikan dan produktif ini sangat dipengaruhi oleh berbagai upaya di  bidang kesehatan," kata Arianti dalam webinar dengan tema “Kupas Tuntas Strategi Menghasilkan Dokter Paripurna yang Memenuhi Kebutuhan Masyarakat” yang digelar Dokter Alumni Smandel (DAS).

Dirjen Arianti mengatakan, salah satu transformasi enam pilar kesehatan itu adalah terdiri dari transformasi layanan primer yaitu layanan yang dimulai dari Puskesmas.

"Tentunya kita berharap edukasi kesehatan dimulai dari layanan primer ini. Karena layanan primer Puskesmas dengan  posyandu nya ini adalah yang paling dekat dengan masyarakat. Kemudian juga  kita akan meningkatkan transformasi  layanan rujukan," jelas Dirjen Nakes, Kemenkes, dalam keterangan pers, Senin (13/6). 

Baca juga: Kasus BA.4 dan BA.5 di Indonesia Bertambah Jadi 8 Orang

"Kenapa transformasi layanan rujukan ini menjadi penting, karena kita ingin menjadi bagian dari pelayanan kesehatan yang jadi rujukan International," kata Arianti.

"Kita justru ingin  mengurangi keinginan para masyarakat Indonesia untuk berobat ke negara lain bahkan ke negara tetangga, tetapi kita  justru ingin negara-negara lain akan berobat ke Indonesia," ujarnya.

"Untuk itu tentunya dibutuhkan  transformasi layanan rujukan yang  dimulai dari mulai menyiapkan tenaga kesehatannya dan juga sarana dan prasarananya," kata Arianti. 

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia (FK-UI) Prof. Dr.dr. Ari Fahrial Syam, menjabarkan visi dan misi FKUI.

"Vsi FK UI 2020-2024 yaitu menjadi pusat ilmu pengetahuan, teknologi kedokteran, dan budaya yang unggul dan berdaya saing, melalui upaya mencerdaskan kehidupan bangsa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga berkontribusi bagi pembangunan Indonesia dan dunia," jelas Prof.Ari.

Pada webinar yang sama. Kepala Dinas Kesehatan DKI, dr. Widyastuti,MKM mengatakan, Jakarta juga sedang menuju transformasi sistem kesehatan.

"Kami di DKI Jakarta juga tentu sepakat dan semangat, kami sudah mencoba  membahas sejak tahun 2019, kemudian terhantam Covid-19, sehingga tertunda," kata Widyastuti.   

Sedangkan Kepala Sekolah SMAN 8 Jakarta, Rita Hastuti M.Pd mengungkapkan rasa bersyukur menyaksikan  kelahiran dokter alumni SMAN VIII Jakarta atau Smandel  pada akhir Desember 2021

"Kami menyaksikan kiprahnya, dedikasinya bagi masyarakat,  menjadikan  momentum pandemi untuk semakin  mengepakkan sayapnya, melebarkannya, bagi seluruh negeri," jelas Rita. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT