13 June 2022, 17:55 WIB

Integrasi Nasional Menurut Ahli dan Contoh


Pierre Lavender | Humaniora

MI/Andri Widiyanto.
 MI/Andri Widiyanto.
Ilustrasi.

IINTEGRASI nasional merupakan suatu hal yang mempersatukan segala perbedaan dalam masyarakat dan menjadikan suatu keseluruhan yang tidak terpisahkan (menyatukan berbagai kelompok kecil dan menyatukan sebagai suatu kesatuan bangsa).

Berikut merupakan beberapa pengertian integrasi nasional dari berbagai ahli. Menurut Saffroedin Bahar, integrasi nasional ialah upaya menyatukan seluruh unsur suatu bangsa dengan pemerintah dan wilayahnya.

Menurut Nazaruddin Sjamsuddin, integrasi nasional merupakan proses penyatuan suatu bangsa yang mencakup semua aspek kehidupan, yaitu sosial, budaya, politik, dan ekonomi. Menurut J Soedjati Djiwandono, integrasi nasional merupakan cara agar kelestarian persatuan nasional dalam arti luas dapat didamaikan dengan hak menentukan nasib sendiri. 

Menurut Sunyoto Usman, integrasi nasional merupakan suatu proses saat kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat saling menjaga keseimbangan untuk mewujudkan kedekatan hubungan antarkelompok. Heddy Shri Ahimsa Putra berpendapat integrasi nasional merupakan keselarasan dan keharmonisan seluruh relasi sosial yang terbangun dalam masyarakat. 

Howard Wriggins menjelaskan integrasi ialah penyatuan bangsa-bangsa yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak menjadi suatu bangsa. 
Menurut Myron Weiner, integrasi nasional merupakan proses penyatuan kelompok-kelompok dengan latar sosial dan budaya berbeda ke dalam satu kesatuan wilayah dan membentuk satu identitas nasional.

Baca juga: Lafaz Takbiran Iduladha dalam Bahasa Arab, Latin, dan Artinya

Bentuk pengaplikasian integrasi nasional dapat diwujudkan dalam kehidpan sehari-hari. Berikut contohnya:

1. Seragam 

Seragam di sekolah menandakan persamaan semua anak yang bersekolah, tanpa membedakan kedudukan orangtua, ekonomi, suku, ras, dan agamanya di sekolah. Yang membedakan mereka umumnya hanya bagian wajah dan kepala. Kulit, wajah, dan bentuk rambut, serta memakai jilbab jika muslim. Semua itu menandakan integrasi nasional di sekolah. Semua unsur yang ada disatupadukan untuk mencapai tujuan bersama. Tidak hanya siswa, sekolah menyeragamkan pakaian guru sampai kepala sekolah. Hal ini juga merupakan bagian dari integrasi nasional.

2. Gotong royong

Masyarakat Indonesia terkenal memiliki nilai kemanusiaan sangat tinggi. Gotong royong dalam masyarakat meninggalkan banyak perbedaan di belakang untuk mencapai tujuan bersama. Dengan bergotong royong, semua permasalahan yang ada menjadi lebih ringan. Berat sama dijinjing ringan sama dipikul, demikian istilah yang sering kita dengar dan baca. Pelaksanaan gotong royong semakin memudar dalam masyarakat kota. Tinggal segelintir orang yang melaksanakannya. Masih banyak ditemui pada masyarakat desa yakni segala sesuatu masih dinilai dengan keikhlasan dan ketulusan, bukan berdasarkan materi. (OL-14)

BERITA TERKAIT