12 June 2022, 15:02 WIB

Gempa Selatan Jawa Timur Tidak Berpotensi Tsunami


Atalya Puspa | Humaniora

Dok. BMKG
 Dok. BMKG
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

GEMPA mengguncang selatan Jawa Timur pada Minggu 12 Juni 2022 pukul 06.55.32 WIB. Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, gempa tersebut memiliki kekuatan 5,2 magnitudo.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami," kata Daryono dalam keterangan resmi, Minggu (12/6).

Gempa selatan Jawa Timur ini dirasakan di Kulon Progo, Bantul, Wonogiri, Gunungkidul, Pacitan, Cilacap, Karangkates, Ponorogo, Nganjuk, Blitar, Trenggalek, Klaten dan Karanganyar dalam skala intensitas II-III MMI dimana getaran dirasakan seakan akan truk berlalu. Di Lumajang, Madiun dan Kepanjen dalam skala intensitas II MMI dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang .

"Belum ada laporan kerusakan sebagai dampak gempa selatan Jawa Timur pagi ini," imbuhnya.

Baca juga: 145 Petugas Kesehatan Siap Layani Jamaah Calon Haji di Mekkah

Baca juga: Jemaah Calon Haji Diminta Waspadai Heat Stroke

Hingga pukul 07.25 WIB, Daryono mengungkapkan, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Daryono menyatakan, episenter gempa terletak pada koordinat 8,60° LS - 111,41° BT tepatnya di laut pada jarak 23 Km arah Selatan Munjungan, Trenggalek, Jawa Timur dengan kedalaman 103 km.

Adapun, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa menengah akibat adanya aktivitas deformasi batuan dalam Lempeng Indo-Australia yang tersubduksi ke bawah Pulau Jawa di Zona Benioff.

"Para ahli lazim menyebutnya sebagai gempa dalam lempang (intraslab earthquake)," lanjut dia. (H-3)

BERITA TERKAIT