09 June 2022, 10:00 WIB

UNICEF Sebut Jumlah Anak Putus Sekolah di Indonesia Meningkat karena Pandemi


Basuki Eka Purnama | Humaniora

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Seorang anak menunggu orangtuanya yang bekerja sebagai pemulung di antara tumpukan barang bekas dan gerobak di kawasan Muara Angke, Jakarta 

PRIOTITY Donor Relations UNICEF Indonesia Kezia Rahmaningtyas menjelaskan bahwa sejak pandemi covid-19 melanda, angka anak putus sekolah kembali meningkat di Indonesia.

"Sebenarnya, sebelum pandemi, UNICEF tuh sudah berhasil membantu pemerintah Indonesia menurunkan angka anak tidak sekolah. Tapi ternyata ada pandemi, angkanya naik lagi jadi 4,3 juta," kata Kezia, dikutip Kamis (9/6).

Lebih lanjut, Kezia menjelaskan ada beberapa alasan mengapa angka anak putus sekolah kembali meningkat di saat pandemi. Menurutnya, alasan yang paling banyak ditemui mulai dari kondisi jarak hingga ekonomi keluarga siswa.

Baca juga: Menko PMK Tegaskan Hadirkan Pendidikan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas, Salah satunya RAN-PD

"Pertama karena kondisi geografis. Jadi lokasinya jauh jadi tidak bisa menjangkau sekolah. Kedua karena kesulitan ekonomi. Jadi orangtuanya itu ekonominya kurang. Sehingga, anak-anaknya terpaksa bantu ekonomi keluarga," jelasnya.

Tidak hanya itu, Kezia juga mengatakan alasan ketiga angka siswa putus sekolah meningkat karena kultur yang masih ada di tengah masyarakat Indonesia. 

Para siswi umumnya dinikahkan oleh orangtua mereka, sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikan kembali.

"Ketiga ada juga kultur kebiasaan masyarakat. Di mana anak perempuan itu, kebanyakan anak perempuan, usianya masih di bawah umur tapi sudah dinikahkan. Jadinya nggak sempat lagi melanjutkan sekolah gitu. Jadi kira-kira hal-hal ini yang membuat anak-anak itu nggak sekolah," imbuh Kezia.

Untuk kembali membantu menurunkan angka siswa putus sekolah di Indonesia, UNICEF pun bekerja sama dengan para penggemar grup K-pop BTS, yakni komunitas Senyum ARMY untuk menyelenggarakan pameran Remedy di Plaza Indonesia.

"Bisa mampir di booth UNICEF di tempat exhibition-nya. Paling depan. Kita juga punya marchandise tas sekolah yang bisa didapat kalau berdonasi dan membantu mengembalikan anak-anak ke sekolah," pungkasnya. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT