08 June 2022, 20:53 WIB

Infrastruktur dan SDM Berkualitas Kunci Utama Menuju Indonesia Emas 2045


Widhoroso | Humaniora

Ist
 Ist
Menko PMK Muhadjir Effendy saat menjadi keynote speech pada Dies Natalis ke-57 Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rabu (8/6).

MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan dari lima Prioritas Rencana Pembangunan Nasional 2020-2024, infrastruktur dan pembangunan SDM menjadi kunci utama menuju Indonesia Emas 2045.

"Ibarat ibadah salat, infrastruktur itu wudhu-nya, sedangkan solat adalah SDM-nya. Kalau infrastrukturnya selesai bukan berarti sudah membangun, tapi baru prasyarat bangunnya," ujar Menko PMK saat menjadi keynote speech pada Dies Natalis ke-57 Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rabu (8/6).

Menurut Muhadjir, pembangunan SDM dan infrastruktur harus berjalan beriringan. Di titik manapun kemajuan infrastruktur sebuah negara, SDM merupakan kunci pembangunan lebih lanjut. Sementara Pembangunan SDM tanpa infrastruktur juga tidak berarti apa-apa. BBapak Presiden sudah wanti-wanti jangan sampai kita berpikir jika infrastruktur selesai itu berarti pembangunan sudah selesai, bukan begitu. Justru ini baru permulaan," kata Muhadjir.

Dikatakan, saat ini infrastruktur di Indonesia belum mencapai 60%. "Itulah mengapa pemerintah masih menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur," jelasnya.

Untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dalam menyongsong Bonus Demografi menuju Indonesia Emas 2024, Muhadjir mengatakan, kelompok usia produktif harus dibekali dengan keterampilan yang mampu mengembangkan potensi diri. "Jika bonus demografi berhasil meningkatkan angka kerja maka kita akan bisa menjadi negara maju. Tapi ancamannya ada aging-population, Indonesia sangat rawan kalau kita tidak bisa melewati era bonus demografi,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Menko PMK, sebagai salah satu perguruan tinggi negeri, Unnes senantiasa dituntut terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi negeri terdepan, yang mampu membekali para mahasiswanya sebagai potensi-potensi SDM unggul yang cerdas, kreatif, inovatif, serta memiliki kepribadian yang utuh sebagai warga bangsa Indonesia. "Hendaknya seluruh civitas akademika Unnes terus meningkatkan produktivitas akademiknya, guna memberikan peran dalam pembangunan peradaban melalui pendidikan yang berkualitas,” tutur Muhadjir.

Di era Revolusi Industri 4.0 sekarang ini, jelas Menko PMK, semua pihak dituntut untuk cepat beradaptasi. Unnes sebagai bagian dari lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Tanah Air tentu memiliki kewajiban untuk menghasilkan para mahasiswa yang bertalenta digital dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital bagi kemaslahatan dan kemajuan bangsa. Karenanya, Unnes harus berkontribusi pula dalam mengantisipasi dampak negatif kemajuan teknologi digital dengan terus mengembangkan literasi digital, guna menangkal konten-konten negatif yang berdaya rusak yang eskalatif.

"Sekali lagi saya mengucapkan selamat kepada Unnes yang telah memasuki 57 tahun dalam berkarya dan berikhtiar menciptakan SDM yang berkualitas, berdaya saing, dan unggul. Semoga hari esok akan selalu lebih baik, dan UNNES semakin maju dan semakin berkontribusi dalam memajukan pendidikan tinggi di tanah air," pungkas Muhadjir. (RO/OL-15)

 

BERITA TERKAIT