07 June 2022, 23:15 WIB

Cokelat Tangerang Selatan Tembus Pasar Internasional


Anjaini Putri Haifa, Mahasiswa jurusan Humas Pendidikan Vokasi UI | Humaniora

Dok pribadi
 Dok pribadi
Anjaini Putri Haifa

INDONESIA menempati peringkat ketiga di dunia sebagai negara produsen cokelat mentah (kakao). Kakao merupakan bahan baku utama dari pembuatan cokelat. Indonesia merupakan tempat yang sangat cocok untuk menumbuhkan tumbuhan ini karena memiliki iklim dan kultur tanah yang mendukung.

Biji kakao biasanya banyak tumbuh di daerah dengan tanah yang subur dan penuh nutrisi. Di Indonesia, cokelat biasanya dibudidayakan di daerah seperti Lampung, Flores, Nusa Tenggara Timur, Bali, Aceh, dan Sulawesi. Setiap daerah ini memiliki kondisi tanah yang berbeda. Karakteristik tanah inilah yang akan mempengaruhi rasa yang unik pada setiap cokelat yang dihasilkan. Rasa cokelat bervariasi mulai dari asam, fruity (buah-buahan), pahit, nutty (rasa kacang-kacangan), dan creamy (mengandung susu).

Indonesia juga merupakan satu-satunya dari lima besar negara penghasil kakao yang tidak terletak di Afrika. Pada 2020 Indonesia sudah memproduksi sekitar 659,7 ribu ton kakao, dan hasil cokelat dari Indonesia juga memiliki keunikan tersendiri. Menurut Head of Cocoa Life South East Asia Andi Sitti Asmayanti, cokelat Indonesia memiliki titik didih yang berbeda dengan cokelat pada umumnya. Hal ini membuat cokelat Indonesia akan meleleh lebih cepat ketika dimakan. 

Indonesia juga sudah mengekspor ke sejumlah negara seperti India, Tiongkok, Vietnam, Malaysia, Amerika Serikat, Turki, dan Belanda. Selain memiliki cokelat yang baik, Indonesia juga sudah punya banyak produk dan brand yang go international seperti cokelat Monggo, Do !t Chocolate, Chocodot, Krakakoa, Cokelat Mojopahit. 

Brand cokelat lokal banyak yang berangkat dari usaha rumahan atau usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti Do !t Chocolate yang berasal dari Kota Tangerang Selatan. Brand ini didirikan sebagai proyek pengabdian masyarakat mahasiswa Universitas Pamulang dalam membantu memberdayakan masyarakat sekitar. Lewat proyek ini, mahasiswa belajar untuk memproduksi dan memasarkan cokelat dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Alhasil ekspor produk ke berbagai negara seperti India dan Turki. 

Industri cokelat kini sedang berkembang dan punya potensi yang sangat baik. Cokelat Indonesia sejatinya memiliki kualitas yang sebanding dengan cokelat Belgia atau asal Eropa lainnya. "Sayangnya, produksi cokelat Indonesia masih sebatas bahan mentah saja. Hal itulah yang membuat produk cokelat asal Indonesia kalah pamor dengan Eropa," ujar CEO Do !t Chocolate Lely Suryani, beberapa waktu lalu.

Namun kini Indonesia yang sebelumnya terkenal dengan memproduksi barang mentah, mulai dapat mengembangkan sayap dengan mengembangkan produk jadi. Sekarang banyak brand lokal yang mulai memproduksi massal produk-produk olahan cokelat. Ini dilakukan agar industri cokelat Indonesia bisa berkembang pesat dan juga punya nama di tingkat internasional sebagai produsen cokelat berkualitas. (O-2)

BERITA TERKAIT