07 June 2022, 10:07 WIB

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Dorong Cetak Lebih Banyak Ecopreneurs


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Acara Talkshow and Kick-Off Climate Innovation League bertem "Escalating Ecopreneurs to be the Catalyst of Green Economy Transitition."

DALAM rangka merayakan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2022, Ecoxyztem venture builder berkolaborasi dengan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mengadakan acara Talkshow and Kick-Off Climate Innovation League.yang bertemakan: "Escalating Ecopreneurs to be the Catalyst of Green Economy Transition".

Acara yang bertujuan untuk mempersatukan seluruh pelaku industri hijau ini dilaksanakan secara hybrid dan bersinergi dengan tema dunia untuk hari lingkungan hidup yaitu #OnlyOneEarth.

Momentum #OnlyOneEarth dijadikan sebagai tonggak awal dimulainya program Climate Innovation League, sebuah program eskalasi startup di bidang lingkungan atau climate-tech yang ditujukan untuk para mahasiswa dan early-stage startup founders.

Program Climate Innovation League dibuka secara resmi oleh perwakilan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, perwakilan sejumlah universitas, dan Ecoxzytem.

Program kolaborasi Climate Innovation League bertujuan untuk mencetak lebih banyak pelaku wirausaha hijau atau ecopreneurs sehingga dapat membantu mempercepat laju transformasi ekonomi dan gaya hidup masyarakat yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, KLHK Gandeng Komunitas Sepeda 

Program tahun ini mengajak para anak muda untuk mengembangkan inovasi bisnis yang terbagi menjadi empat sektor yaitu: transportasi berkelanjutan dan energi terbarukan, ekonomi sirkular dan penggunaan sumber daya yang bertanggung jawab, pembangunan lingkungan yang berketahanan dan transisi industri hijau, dan terakhir manajemen pelaporan dan pendanaan iklim.

“Dalam peta jalan Kesepakatan Hijau Uni Eropa atau EU Green Deal, negara-negara di Eropa akan menargetkan untuk mencapai climate-neutral pada tahun 2050 melalui transformasi ekonomi," ujar Henriette Faergemann selaku First Counsellor - Environment, Climate Action, ICT di Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam dalam keterangan, Selasa (7/6).

"Hal ini dilakukan secara bersamaan dengan proses pembangunan yang berkelanjutan dengan partner internasional, khususnya pemerintah dan masyarakat Indonesia, untuk bersama-sama secara kolaboratif mendorong aksi iklim global,” jelas Henriette.

EU Green Deal terbentuk atas dorongan untuk mengembangkan kehidupan dan kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan untuk masyarakat luas, generasi penerus, dan pembangunan ekonomi yang lebih bertanggung jawab terhadap bumi,” lanjut Henriette.

Sejalan dengan misi lingkungan yang ditujukan bukan hanya untuk generasi saat ini, namun juga generasi mendatang, Climate Innovation League akan membuka pendaftaran mulai tanggal 6 Juni hingga 8 Juli 2022 dengan mengkampanyaken gerakan ini ke kampus-kampus di Indonesia, khususnya yang berada di luar pulau Jawa.

Cindy R Priadi selaku Kepala Program Studi Lingkungan Universitas Indonesia pun mengamini pentingnya program inkubasi seperti Climate Innovation League ini untuk dilakukan ke kampus-kampus di Indonesia.

“Sebenarnya potensi yang dimiliki mahasiswa sangatlah banyak, dan mereka memiliki kepedulian yang kuat terhadap isu lingkungan. Namun tanpa arahan dan wadah yang tepat, menjadi terlalu berisiko bagi para mahasiswa yang ingin melanjutkan kariernya menjadi ecopreneurs,” ujar Cindy.

Acara ditutup dengan Talkshow yang bertemakan Ecopreneruship for #OnlyOneEarth yang menghadirkan beberapa anak muda yang sudah terjun ke dalam dunia ecopreneruship dan isu keberlanjutan.

Talkshow menghadirkan Bijaksana Junerosano Founder and CEO Waste4Change, Anisa Azizah, Founder and CEO of ReservoAir, dan Zagy Berian, Founder of Society of Renewable Energy.

Sedangkan dari moderator acara dipandu oleh Darina Maulana selaku Indonesia Program Lead Zero Waste Living Lab by Enviu. Para pembicara sepakat bahwa perlu adanya ruang dan support system kepada para anak muda yang penuh inovasi untuk terjun ke dunia wirausaha lingkungan.

“Menjadi pebisnis itu sudah susah apalagi berbisnis di isu lingkungan, susahnya berkali lipat. Maka dari itu, Ecoxyztem dan Climate Innovation League dapat hadir menjadi salah satu jalan untuk memperpanjang nafas dan mempercepat pertumbuhan para ecopreneur di Indonesi sehingga solusi yang dihasilkan dapat lebih berdampak dan berkelanjutan.” ujar Sano CEO Waste4Change dalam talkshow. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT