06 June 2022, 21:23 WIB

Jusuf Kalla Dorong Pengembangan Quantum Stem Cell di Tanah Air


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Presiden WOCPM Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, (kiri) bertemu Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, berserta istri.   

PRESIDEN Badan Akreditasi Anti-aging Dunia (WOCPM) Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, telah bertemu dengan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI yang juga sekaligus penasihat WOCPM, H.M. Jusuf Kalla atau JK pada Kamis (26/5) lalu. 

Pertemuan tersebut beragendakan laporan rutin WOCPM kepada JK sebagai penasihat WOCPM.

Hal-hal yang dilaporkan mengenai pendirian Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) yang berdiri pada 27 April 2022 sesuai dengan SK Kemenkumham RI No. AHU-003638.AH.01.07.2022 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia.

Kepada Prof.Deby yang juga menjabat Wakil Ketua PDSI, Jusuf Kalla menyambut baik pendirian PDSI. Menurut JK, sudah saatnya dunia kedokteran di Indonesia ini berubah semakin baik. 

Hal ini sejalan juga dengan tujuan Presiden Badan Akreditasi Anti-aging Dunia Prof. Deby untuk menjadikan Indonesia pusat medical tourism dunia,

"Dan agar masyarakat yang biasa berobat ke luar negeri bisa mempercayakan pengobatannya dengan dokter yang ada di Indonesia karena dokter Indonesia tak kalah hebatnya dengan dokter luar negeri," jelas Prof.Deby dalam keterangan pers, Senin (6/6).  

Baca juga: Tingkatkan Harapan Hidup Pasien MM Lewat Terapi Sel Punca

Selain itu Prof. Deby juga melaporkan rencana acara Temu Nasional (Tenes) III Alumni SMAN I (Smansa) Makassar yang akan berlangsung pada 18 Juni 2022 di Kebun Raya Bali Bedugu, Bali.

Dalam acara Tenas III Smansa mendatang, menurut Prof.Deby, akan ada hal spektakuler yang didukung WOCPM .

Acara tersebut adalah Deklarasi Hari Anti-aging sedunia (World Anti-aging Day) dan Pemecahan Rekor Senam Anti aging yang dihadiri semua alumni Smansa Makassar yang hadir. 

Alumni Smansa juga sudah mempraktekan gaya hidup sehat dan senam anti-aging sesuai dengan arahan World Council of Preventive, Regenerative and Anti-aging Medicine (WOCPM) yang berkantor pusat di Paris, Prancis.

Laporan lainnya yang disampaikan Prof. Deby ialah hak paten Quantum Stem Cell dan Men Vitality yang dimiliki Celltech Stem Cell Centre Vinski Tower Jakarta.

"Kelebihan Celltech Stem Cell dibandingkan dengan laboratorium dan bank stem cell lain adalah laboratorium yang menggunakan metode Quantum Stem Cell secara close system," papar Wakil Ketua PDSI.

Metode Quantum Stem Cell saat ini di Asia, dijelaskan Prof.Deby, baru terdapat pada Indonesia, Tiongkok, dan Jepang.

"Quantum Stem Cell merupakan suatu teknologi canggih berupa metode di mana sel akan diproliferasi dalam waktu lebih singkat 100-300 kali lipat dari jumlah sel secara konvensional," tuturnya.

"Sel yang dihasilkan akan mempunyai kualitas terbaik yang mana dapat disimpan di bank jaringan. Sel punca (stem cell) yang nantinya sel tersebut dapat digunakan untuk keperluan medis di masa depan bagi pasien dan keluarga tersebut," jelas Prof.Deby. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT