06 June 2022, 17:32 WIB

Hikmahbudhi Minta Akses ke Atas Candi Borobudur Ditutup kecuali untuk Ibadah


mediaindonesia.com | Humaniora

dok.Ant
 dok.Ant
Umat Budha bermeditasi saat detik-detik perayaan Tri Suci Waisak di pelataran candi Borobudur, Magelang, Jateng, Senin (16/5/2022)

KETUA Umum Presidium Pusat Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi), Wiryawan menyayangkan pernyataan Menko Luhut Binsar Panjaitan terkait harga tiketing candi Borobudur. Menurutnya kebijakan ini sangat terburu-terburu dan mengesampingkan kepentingan umat Buddha di candi Borobudur.

"Saya menerima banyak sekali masukan yang disampaikan oleh hampir seluruh kader hikmahbudhi se Indonesia dan dari berbagai tokoh pemuda di internal umat Buddha terkait persoalan ini. Kami dari PP Hikmahbudhi sudah bulat untuk menolak segala bentuk komodofikasi dan industrialisasi budaya di situs candi Borobudur," kata Wiryawan, dalam keteranganya, Senin (6/6).

Wiryawan menambahkan bahwa ancaman keausan dan kerusakan batuan Borobudur tak bisa dianggap enteng. Berdasarkan data dari Balai Konservasi Borobudur, 70 persen batuan di bagian tangga candi telah mengalami kerusakan, bahkan Candi Borobudur turun 0,2 CM pertahun.

"Berapapun harga yang ditetapkan oleh negara tidak akan sebanding dengan segala potensi kerusakan dan pelapukan candi sehingga memang akses naik ke atas candi harus ditutup bagi siapapun kecuali kegiatan keagamaan," ujarnya.

Sementara itu, Sekjen PP Hikmahbudhi Ravindra menyampaikan bahwa sejak awal mendapatkan status sebagai tempat peribadatan umat Buddhis di Indonesia dan dunia memang candi Borobudur ini dikelola dengan tidak serius, cenderung normative dan asal-asalan.

"Sejak awal memang soal candi ini hanya jadi tempat pesta nya para elit saja, jauh dari jangkauan masyrarakat akar rumput. Selain itu, nihilnya perlibatan kelompok pemuda dan mahasiswa dalam perancangan peta program terkait Candi Borobudur menjadi titik awal semerautnya pengelolaan candi ini," tandas Ravindra.  (OL-13)

Baca Juga: Terjadi Keausan di Candi Borobudur, Tiket Rp750 Ribu Jadi Solusi

BERITA TERKAIT