03 June 2022, 07:50 WIB

Indonesia Raih 7 Medali di Asian Physics Olympiad 2022


Humaniora | Humaniora

Dok. Yayasan Simetri
 Dok. Yayasan Simetri
Para pelajar mengikuti Asian Physics Olympiad ke-22 secara daring. 

TIM Olimpiade Fisika Indonesia melanjutkan tradisi perolehan medali pada ajang Asian Physics Olympiad (APhO) ke-22. "Pada ajang APhO tahun ini, para pelajar Indonesia meraih 2 medali perunggu dan 5 medali honorable mention," kata Hendra Kwee, Ph.D dari Yayasan Sinergi Mencerdaskan Tunas Negeri (Simetri) dalam keterangan resmi, kemarin.  

India menjadi tuan rumah APho yang diselenggarakan 23 hingga 31 Mei 2022 dengan diikuti 218 siswa dari 27 negara/teritorial. Sementara itu, peserta dari Indonesia terdiri antara lain Edward Humianto (SMAK 1 Penabur Jakarta) meraih perunggu, John Howard Wijaya (SMA Darma Yudha Pekanbaru) meraih perunggu. 

Baca jugaWALHI Minta Pemerintah Serius Tangani Ancaman Buaya di Teluk Palu

Baca jugaMenag: Jika Ada Jajaran Pangkas Dana BOP, Saya Laporkan Sendiri

Peserta lain adalah Jonathan Tjandra (SMAK Calvin Jakarta) meraih Honorable Mention, David Michael Indraputra (SMAK Penabur Gading Serpong, Tangerang) meraih Honorable Mention, Christopher Ivan Budiwardhana (SMAK Penabur Gading Serpong, Tangerang) meraih Honorable Mention, Berwyn (SMAK 1 Penabur, Jakarta) meraih Honorable Mention, Althaaf Syaika Nuhaad (SMA Kesatuan Bangsa, Yogyakarta) meraih Honorable Mention dan Savero Lukianto Chandra (SMA Fransiskus Bandar Lampung) 

Penyelenggara APhO tahun ini adalah India Association of Physics Teachers, dengan pusat penyelenggaraan di Graphic Era Hill University. APhO 2022 didukung oleh Departemen Energi Atom, Departemen Sains dan Teknologi serta Kementerian Pendidikan pemerintah India melalui Homi Bhabha Center for Science Education. 

Pelaksanaan APhO dilakukan secara daring dengan para peserta harus berkumpul di satu lokasi di masing-masing negara untuk mengikuti tes dengan pengawasan secara daring menggunakan beberapa kamera. Peserta mengikuti ujian teori dan ujian eksperimen yang diadakan pada hari yang berbeda. Pimpinan tim Indonesia adalah Hendra Kwee, Ph.D., Herry Kwee, Ph.D., Zainul Abidin, Ph.D. dan Jong Anly Tan, Ph.D. 

Proses seleksi, pembinaan dan pelatihan dilakukan oleh Yayasan Sinergi Mencerdaskan Tunas Negeri (Simetri) secara daring dalam tiga tahapan dan terbuka umum untuk semua siswa Indonesia tanpa dikenakan biaya dengan dukungan dari PT Bank Central Asia, Tbk. (H-3)
 

BERITA TERKAIT