02 June 2022, 16:06 WIB

Jangan Khawatir Dehidrasi di Masjidil Haram


Susanto, Laporan dari Mekkah | Humaniora

MI/Susanto
 MI/Susanto
Kondisi panas terik di Mekkah

JEMAAH Haji Indonesia harus mempersiapkan fisik yang prima. Kondisi udara panas dan terik saat siang hari yang mencapai hingga 50 derajat celcius akan menguras fisik dan mental jemaah. Setidaknya kondisi tersebut dirasakan Jurnalis Media Indonesia, Susanto, setibanya di Mekkah, Rabu (1/6).

Faktor kelelahan dan kurang minum akan sangat memengaruhi fisik jemaah dalam menjalankan ibadah Sunnah maupun Rukun Haji. Tapi, jemaah tidak perlu terlalu khawatir, khususnya untuk urusan pelepas dahaga. Banyak "halte" air zam-zam tersedia di beberapa sudut, khususnya di Masjidil Haram.

Seperti di area Thawaf, apabila jemaah kelelahan atau haus saat mengelilingi Kabah, bisa menuju area minum air zam-zam yang dilayani para pemuda yang berasal dari Bangladesh dan India.

"Minum..Minum... Zam-Zam...Zam-Zam...," ujar salah seorang anak muda penjaga tempat minum sambil tangannya menunjukkan arah ke tempat gelas plastik dan kucuran air.

Dengan baik, ia melayani semua jemaah dari berbagai negara yang sedang melaksanakan umrah saat itu.

Baca juga: 95,7% Jamaah Haji Sehat dan Siap ke Tanah Suci

Pun begitu kala kita melaksanakan Sa'i dari Bukit Shafa menuju Marwa yang mewajibkan jemaah untuk berlari-lari kecil. Tentunya selain membuat pergelangan kaki terasa "senat-senut", tenggorokkan pun membutuhkan asupan air. Jemaah juga bisa meminum air zam-zam yang berada di beberapa titik jalur Sa'i.

Bukan apa-apa, terkadang jemaah terlalu asyik menikmati ibadah hingga mengabaikan kondisi fisik yang kelelahan, khususnya para jemaah haji usia 60 tahun ke atas. Ibadah fisik ini membutuhkan stamina yang prima, agar rukun haji dan wajib haji rampung dituntaskan.

Selain soal urusan dahaga, jemaah juga harus memerhatikan penggunaan masker, kacamata hitam serta payung kecil atau topi. Panas terik dengan udara kering menjadi ujian berikutnya bagi para jemaah. Tentunya, dengan persiapan yang matang akan mempermudah para jemaah haji menjalankan ibadah haji.

Semoga para jemaah haji Indonesia bisa menjadi haji yang Mabrur, Sehat dan Barokah.(OL-5)

BERITA TERKAIT