01 June 2022, 19:03 WIB

Distrik Seni X Sarinah Hadirkan Pameran Seni Kontemporer


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Sesi gelar wicara bersama media di lantai 6 Sarinah, Jakarta, secara resmi dibuka untuk publik.

BERTEPATAN dengan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2022, Distrik Seni X Sarinah yang terletak di lantai 6 Sarinah, Jakarta, secara resmi dibuka untuk publik.

Distrik Seni menjadi kolaborasi yang pertama di Indonesia yang mempertemukan konsep kerja budaya (cultural practices) dengan pasar seni (art market) yang dirancang untuk menjadi sebuah ekosistem seni rupa berkelanjutan di Ibu Kota DKI Jakarta.

Farah Wardani, penata artistik Distrik Seni, dalam sesi gelar wicara bersama media menjelaskan, “Diluncurkan bertepatan dengan hari lahir Pancasila, kami berharap Program Distrik Seni X Sarinah dapat menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif di Indonesia yang sempat terpukul selama pandemi dengan membawa semangat Berdikari dari Bung Karno sesuai dengan tema pada season pertama kami."

"Kami optimistis Distrik Seni X Sarinah mampu mewujudkan kolaborasi ekosistem seni untuk menjadi wadah berkreasi, eksperimentasi, dan penjualan karya seni sebagai bagian dari pemulihan ekonomi nasional pasca-pandemi,” kata Farah dalam keterangan pers, Rabu (1/6).

Baca juga: Memaknai Kembali Ikhwal Waktu

Industri ekonomi kreatif lambat laun menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Berdasarkan data dari laporan OPUS Ekonomi Kreatif 2020, subsektor ekonomi kreatif berkontribusi sebesar Rp1.211 triliun kepada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, meningkat sejumlah 106 triliun dari tahun 2019.

Data ini menempatkan Indonesia di urutan ketiga dunia sebagai negara dengan kontribusi ekonomi kreatif terbesar terhadap PDB, setelah Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Namun, Pandemi covid-19 sempat menjadikan geliat industri seni di Indonesia lesu. Kondisi ini turut berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi para pelaku seni yang disebabkan oleh dibatalkannya berbagai kegiatan seni akibat adanya pembatasan sosial. Pada masa awal pandemi,

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno menyebutkan sebanyak 226.586 seniman dan pekerja kreatif yang terdampak pandemi covid-19.

Penyediaan ekosistem seni yang berkelanjutan diyakini dapat menjadi solusi atas lesunya aktivitas perekonomian di industri seni pasca-pandemi.

Para pelaku seni memerlukan bantuan untuk memperkenalkan karya seni mereka terhadap publik luas dengan harapan dapat dipertemukan dengan kolektor seni potensial.

Hal ini sejalan dengan laporan terbaru Art Basel & UBS Global Art Market Report, mencatat kenaikan pasar seni rupa tahun 2021 mencapai 29 persen dari tahun 2019. Secara global transaksi karya seni rupa disebut mencapai angka sekitar 65,1 miliar Dollar AS, yang muncul dari penjualan galeri dan lelang.

Memahami peluang tersebut, kehadiran Distrik Seni X Sarinah menjawab kebutuhan ruang pemberdayaan, inovasi, dan perkembangan lokapasar serta ekosistem seni rupa di Jakarta, yang selama ini sangat minim wadahnya

. Program Distrik Seni X Sarinah merupakan asimilasi antara kerja budaya dengan pasar seni pertama di Indonesia. Pengembangan ekosistem ini bertujuan untuk mempertemukan pentahelix pariwisata yaitu akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. S

elain menyediakan ekosistem seni yang berkelanjutan, Distrik x Sarinah turut melibatkan berbagai seniman lokal pada serangkaian aktivitas program seperti dialog kesenian, pameran seni tematik, dan lokakarya.

Strategi ini merupakan upaya dalam menarik atensi publik, khususnya meningkatkan kesadaran serta menyediakan akses  terhadap berbagai karya seni lokal kepada masyarakat umum, khususnya generasi milenial.

Pada kesempatan yang sama, Fetty Kwartati, Direktur Utama PT Sarinah, menyampaikan, “Kami percaya bahwa sebagai generasi dengan demografi terbesar di Indonesia, milenial memiliki peran signifikan dalam upaya pengembangan seni dan budaya lokal. "

"Kami melihat adanya tren positif dimana saat ini anak muda sudah lebih peduli dengan pelestarian seni dan budaya lokal. Kini anak muda mulai menunjukan eksistensi diri dengan menggunakan atribut budaya lokal seperti kain tradisional," jelasnya.

Selain itu mereka memiliki ketertarikan untuk mengunjungi pameran seni dan budaya sebagai sarana bersosialisasi. Tren positif ini dapat mendorong milenial yang awalnya hanya sebagai penikmat seni, dapat menjadi kolektor seni.

"Kami menyambut dengan antusias kolaborasi ini yang sejalan dengan upaya revitalisasi Sarinah sebagai Panggung Karya Indonesia,” tutur Fetty.

Pameran ‘Berdikari!’ menampilkan kompilasi pengkaryaan yang mewakili sejarah dan ekosistem seni rupa Indonesia terdepan saat ini, mulai dari maestro A.D Pirous, Sunaryo, Dolorosa Sinaga, Sri Astari, hingga kolektif Gardu House, Rux Container, dan Tromarama.

Season pertama Distrik Seni X Sarinah dengan tema “Berdikari!” berlangsung mulai dari tanggal 02 Juni - 22 Agustus 2022.

Masyarakat yang ingin mengisi waktu akhir pekan dengan menikmati berbagai keindahan seni rupa dapat berkunjung ke Ruang Dr. Ir. Soekarno yang berlokasi di Sarinah Lantai 6, Jl M.H. Thamrin No.11, Jakarta dengan jam operasional mulai dari 10.00 - 22.00 WIB.

Pembelian tiket dapat dipesan secara online melalui situs www.distrikseni.com . (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT