30 May 2022, 16:14 WIB

Aptisi: Uji Kompetensi Sebabkan 330 Ribu Lulusan PT Kesehatan Tidak Bisa Bekerja


Faustinus Nua | Humaniora

Dok Aptisi.or.id
 Dok Aptisi.or.id
Menurut UU 12 tahun 2012 pasal 44, uji kompetensi dilakukan oleh PT bersama lembaga tersertifikasi dan/atau organisasi profesi.

KETUA umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Budi Djatmiko mengungkapkan bahwa saat ini ada lebih dari 330 ribu lulusan perguruan tinggi kesehatan yang tidak bisa bekerja sebagai tenaga kesehatan. Hal itu disebabkan adanya syarat uji kompetensi yang dalam pelaksanaannya dinilai melanggar UU.

"Untuk uji kompetensi mahasiswa kesehatan seluruh Indonesia kami sekarang masih ada 330 ribu lulusan PT kesehatan yang tidak bisa bekerja dikarenakan mereka belum lulus uji kompetensi," ungkapnya dalam RDPU bersama Komisi X DPR RI, Senin (30/5).

Budi menerangkan bahwa sesuai dengan UU 12 tahun 2012 pasal 44, uji kompetensi dilakukan oleh PT bersama lembaga tersertifikasi dan/atau organisasi profesi. Tetapi kenyataannya malah dilakukan oleh Dikti.

Baca juga: Rektor Universitas Terbuka Narasumber Sarasehan Pendidikan Kongres PERGUNU

"Jadi jelas itu melanggar UU, di dalamnya ratusal miliar tiap tahun mengalir dan celakanya dipungut oleh PTN. Sedangkan pemahaman kami jika ada lembaga yang memungut uang masyarakat itu harus seizin DPR," imbuhnya.

Menurutnya, masalah tersebut turut mempengaruhi minat calon mahasiswa untuk masuk ke PT kesehatan. Sehingga, peminatnya terus berkurang setiap tahun.

Selain itu, materi uji kompetensi yang dilaksanakan, kata Budi, juga tidak tepat. "Mestinya ada tiga ranah psikomotorik, afektif, kognitif. Nah yang dilakukan hanya satu ranah kognitif saja itu sudah jelas salah," kata dia.

Dia pun meminta agar sistem ini segera diperbaiki. Apalagi anggaran negara yang mengalir juga sangat besar dan bahkan harus diusut karena sudah lama dibiarkan. "Saya minta ini harus diusut KPK karena ini uangnya gak jelas. Ini sudah berapa tahun? Sudah 10 tahun," pungkasnya. (H-3)

BERITA TERKAIT