30 May 2022, 16:11 WIB

Rektor Universitas Terbuka Narasumber Sarasehan Pendidikan Kongres PERGUNU


mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Acara Kongres Ke-III PERGUNU di Aula PP Amannatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupatern Mojokerto, Jawa Timur.

PERWUJUDAN tujuan pendidikan nasional melalui proses pembelajaran yang berkualitas dalam rangka peningkatan sumber daya manusia masyarakat sebagai modal pembangunan bangsa, tidak akan terlepas dari peran guru di setiap unit Pendidikan.  

Peran guru, termasuk guru Nadhlatul Ulama (NU) menjadi fungsi sentral dalam peningkatan pencapaian akdemik (academic achievement) yang berkualitas, sebagai perwujudan pada kecintaan terhadap negara kesatuan Repunlik Indonesia (NKRI).

Membangun peradaban dunia dengan mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur merupakan suatu cita-cita mulia. Ini adalah cita-cita dari Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU).

Sebagai salah satu organisasi badan otonom (Banom) Nahdlatul Ulama, PERGUNU merupakan organisasi profesi guru yang berbasis pada guru-guru Nahdlatul Ulama yang saat ini menjadi salah satu organisasi terbesar dalam dunia pendidikan Indonesia.

Salah satu agenda yang baru saja digelar oleh PERGUNU yaitu acara Kongres Ke-III PERGUNU yang telah dilaksanakan pada Jumat (27/5) di di Aula PP Amannatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupatern Mojokerto, Jawa Timur.

Kongres III PERGURU tersebut dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., para bupati di Jawa Timur, Ketua Komisi VIII DPR RI (H. Yandri Susanto, S.Pt.), Dirjen Pendidikan Agama Islam (Pendis) Kemenag RI (Prof. Dr. Ali Ramdhani, M.Si.), dan Rektor Universitas Terbuka (UT) selaku Dewan Pakar PERGUNU (Prof. Ojat Darojat, M. Bus., Ph.D.).

Mengawali acara, Ketua Pengurus Besar (PB) PERGUNU Republik Indonesia, Kyai Asep Saifuddin Chalim mengungkapkan, “Acara Kongres III PERGURU ini menjadi momentum penting bagaimana peran serta guru NU untuk Indonesia.”

Acara selanjutnya yaitu Sarasehan Pendidikan bertema ‘Guru Mulia Membangun Peradaban Dunia’ dengan narasumber Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M. Bus., Ph.D. yang menguraikan paparan yang berjudul “Menjadi Guru yang Mulia.”

Baca juga: PBNU Sebut Kriminalisasi Terhadap Mardani Gagal

Dalam paparannya, Prof. Ojat menekankan peran guru yang baik perlu memiliki 4 (empat) kompetensi yaitu dalam hal: pedagogik, professional, sosial, dan kepribadian.

“Keempat kompetensi itu harus menghasilkan lulusan dengan spesifikasi abad ke-21 yang berkarakter, berliterasi, dan berkompetensi critical thinking, collaborative, communication, dan creative,” ujar Prof. Ojat.

Beliau juga mengungkapkan tentang lebih pentingnya ruh guru dibanding guru itu sendiri.

Menurut Prof. Ojat, ruh guru yang baik yaitu guru yang memiliki karakter-karakter: menguasai materi, mengenali siswa, objektif dalam menilai siswa, memosisi diri (hadir dalam berbagai situasi), dan bisa menjadi tempat bercerita (dapat menjadi sahabat siswa). (RO/OL-09)

 

Setelah acara inti berupa Sarasehan Pendidikan, rangkaian acara Kongres selanjutnya adalah ‘Menabuh Bedug Bersama’ oleh Ibu Gubernur Jawa Timur, Ketua Umum PP PERGUNU, dan Para Bupati. sebagai tanda pembukaan acara Kongres III PERGUNU Pada sesi akhir acara ditutup dengan iringan doa oleh Dr. KH. Mujib Qulyubi, sebelum dilakukan acara ramah tamah yang dipandu oleh panitia.

 

BERITA TERKAIT